Karakteristik karya sastra adalah yang dapat mengkristalkan pesan dengan cara implisit atau eksplisit dan menyampaikannya terus menerus selama itu dihargai oleh pembaca. Salah satu karya sastra, novel berjudul Bumi Manusia oleh Pramoedya Ananta Toer secara tipikal berbeda karena memiliki tokoh utama laki-laki, tetapi mengandung semangat feminisme. Oleh karena itu, peneliti menganalisis novel tersebut. Rumusan masalah adalah: 1) siapakah tokoh perempuan dalam novel Bumi Manusia oleh Pramoedya Ananta Toer?; 2) bagaimana karakter tokoh perempuan dalam novel Bumi Manusia oleh Pramoedya Ananta Toer?; 3) bagaimana konflik yang dialami oleh tokoh perempuan dalam novel Bumi Manusia oleh Pramoedya Ananta Toer?; 4) bagaimana sikap tokoh perempuan terhadap konflik dalam novel Bumi Manusia oleh Pramoedya Ananta Toer?; 5) apa substansi feminisme dalam novel Bumi Manusia oleh Pramoedya Ananta Toer? Tujuan penelitian ini adalah: 1) untuk mengetahui tokoh perempuan dalam novel Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer; 2) untuk mengetahui karakter tokoh perempuan dalam novel Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer; 3) untuk mengetahui konflik yang dialami oleh tokoh perempuan dalam novel Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer; 4) untuk mengetahui sikap tokoh perempuan dalam menghadapi konflik dalam novel Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer; 5) untuk mengetahui substansi feminisme dalam novel Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer. Metode penelitian ini adalah Metode Deskriptif Analitik. Teknik Pengumpulan Data adalah Teknik Dokumentasi. Sumber Penelitian adalah novel Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer. Setelah penelitian novel dilakukan, peneliti mengambil kesimpulan bahwa: 1) tokoh perempuan dalam novel ini adalah Nyai Ontosoroh, Annelies Mellema, dan Julia Magda Peters; 2) Karakter tokoh perempuan dalam novel ini berbeda-beda dan mewakili perempuan dalam setiap pekerjaan dan status sosial. Nyai Ontosoroh berpengetahuan luas dan berwibawa, Annelies Mellema cengeng dan manja, Julia Magda Peters cerdas dan motivator, 3) Konflik dalam novel ini didominasi oleh Nyai Ontosoroh; 4) Sikap tokoh perempuan dalam menghadapi konflik berbeda-beda, bergantung pada karakteristik dan pengetahuan tokoh perempuan tersebut; 5) Substansi feminisme dalam novel ini berbeda-beda pada setiap tokoh perempuan, bergantung pada karakter, konflik, dan tindakan mereka dalam menyelesaikan konflik.
Copyrights © 2014