Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengungkap ciri ideologi eksklusi pemberitaan Covid-19 mengenai tindak kejahatan dalam media daring SINDOnews.com dan Fajar.co.id model Theo van Leeuwen; (2) mengungkap ciri ideologi inklusi pemberitaan Covid-19 mengenai tindak kejahatan dalam media daring SINDOnews.com dan Fajar.co.id model Theo van Leeuwen; (3) mengindentifikasi perbedaan strategi eksklusi dan inklusi media daring SINDOnews.com dan Fajar.co.id pada pemberitaan Covid-19 mengenai tindak kejahatan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan paradigma kritis, sehingga metode pengumpulan data yang digunakan, yaitu teknik dokumentasi, teknik baca simak dan teknik pencatatan. Selain itu, teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penyimpulan data. Sumber data dalam penelitian ini adalah media daring SINDOnews.com, cetakan Juli-September 2020. Ciri ideologi eksklusi dalam media daring SINDOnews.com dan Fajar.co.id, ditemukan adanya strategi wacana pasivasi dan nominalisasi. Ciri ideologi inklusi dalam media daring SINDOnews.com dan Fajar.co.id, ditemukan adanya strategi wacana objektivasi, nominasi, identifikasi, determinasi, indeterminasi, asimilasi dan individualisasi. Selain itu, terdapat tiga perbedaan pada strategi eksklusi dan inklusi dalam media daring SINDOnews.com dan Fajar.co.id.
Copyrights © 2021