Besut merupakan tokoh utama dari kesenian Besutan, yang dijadikan Pemerintah Kabupaten Jombang sebagai ikon budaya. Penamaan Besut diambil dari akronim bahasa Jawa ‘mbeto maksut’ yang berarti ‘membawa maksud’. Sehubungan dengan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi ‘maksud’ berdasarkan pemaknaan simbolik eksistensi tokoh Besut menggunakan teori semiotika Peirce, untuk mengungkap ekspresi nilai religiusitas dan nasionalisme sebagai pantulan karakter ijo-abang masyarakat Jombang. Dengan begitu, latar belakang simbolisasi tokoh Besut sebagai ikon budaya dapat teridentifikasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berbasis deskriptif interpretatif, dengan data utama berupa tuturan (kata), gerak dan gestur, serta tata kostum tokoh Besut, yang mengandung nilai religius-nasionalis. Hasil analisis data menunjukkan bahwa simbolisasi tokoh Besut menjadi ikon budaya Jombang, didasarkan pada pemaknaan tanda-tanda yang mencerminkan karakter ijo-abang, yaitu dari dimensi-dimensi nilai religiusitas; (1) Religious belief (Kepercayaan), (2) Religious felling (Penghayatan), serta (3) Religious effect (Pengalaman dan Konsekuensi), dan aspek-aspek nilai nasionalisme; (1) cinta tanah air, (2) persatuan dan kesatuan, serta (3) berani dan tanggung jawab.
Copyrights © 2025