Demam tifoid merupakan penyakit infeksi bakteri Salmonella typhi yang menyerang saluranpencernaan yang sering ditemukan di Indonesia. Penggunaan antibiotik Seftriakson danSefotaksim merupakan pilihan terapi yang umum untuk menangani kasus demam tifoid.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbandingkan efektivitas Antibiotik Seftriakson danSefotaksim tersebut dalam pengobatan demam tifoid berdasarkan lama hari rawat pada pasienrawat inap di RS Kartika Kasih Sukabumi. Penelitian ini merupakan penelitian analisisdeskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini bersifat retrospektifdata yang digunakan adalah data sekunder yaitu dengan mengambil data rekam medis pasiendemam tifoid yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dengan jumlah sample 100 pasiensecara purposif sampling. Hasil penelitian, gambaran profil pasien terbanyak berjenis kelaminperempuan (69%), usia 26-35 tahun, (26%) dan buruh (48%). Gambaran lama penggunaanAntibiotika berdasarkan lama hari Seftriakson (2,42 hari) dan Sefotaksim (4,42 hari).Perbandingan efektivitas Seftriakson dan Sefotaksim dilakuna dengan uji Mann-Whitneydiperoleh nilai Asym.Sig. 0,000 < 0,05 yang artinya terdapat perbedaan yang signifikan antaraEfektivitas obat Antibiotik Seftriakson dan Sefotaksim berdasarkan lama hari rawat padapasien rawat inap di RS Kartika Kasih Sukabumi.
Copyrights © 2024