p-Index From 2021 - 2026
1.573
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Farmapedia
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

HUBUNGAN RIWAYAT ANEMIA SAAT KEHAMILAN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI DESA LEMAH DUHUR PUSKESMAS CARINGIN KABUPATEN BOGOR Anisa Pebrianti Pebrianti; Fredy Nasel
Jurnal Farmapedia (Pharmapedia Journal) Vol 1 No 2 (2023): Jurnal Farmapedia
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/jfp.v1i2.7

Abstract

Salah satu faktor kejadian Stunting pada balita adalah anemia saat kehamilan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sosiodemografi ibu dan balita, gambaran riwayat anemia saat kehamilan, kejadian Stunting dan hubungan riwayat anemia saat kehamilan dengan kejadian Stunting dan Odds Ratio pada balita di Desa Lemah Duhur Puskesmas Caringin Kabupaten Bogor. Desain penelitian ini deskriptif dengan data retrospektif periode bulan Februari – Agustus 2023, pengambilan sampel dengan purposive sampling yang berjumlah 90 sampel. Hasil penelitian menunjukan balita Stunting usia 36-47 bulan (12%) berjenis kelamin laki-laki (30%) usia ibu saat hamil 26-35 tahun (30%) tingkat pendidikan SD (30%) ibu rumah tangga (32,2%) pekerjaan ayah sebagai buruh (22,2%) ibu yang tidak anemia (42,2%) ibu yang mengalami anemia (57,8%) balita tidak Stunting (51,1%) balita mengalami Stunting (48,9%). Analisis uji statistik menggunakan uji Chi - Square menunjukan adanya hubungan yang signifikan antara riwayat anemia saat kehamilan dengan kejadian Stunting dengan Ƥ value = 0,000 < 0,05. Nilai Odds Ratio (OR) sebesar 6,634 artinya bahwa ibu yang mengalami anemia saat kehamilan berisiko 6,634 kali bayi mengalami Stunting dari pada ibu yang tidak anemia saat kehamilan. Kata kunci : Anemia, Balita, Stunting
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TERHADAP PERILAKU SWAMEDIKASI DIARE NON SPESIFIK PADA ANAK DI APOTEK K-24 AKSES UI DEPOK Fredy Nasel; Septiwi Mutmainah
Jurnal Farmapedia (Pharmapedia Journal) Vol 1 No 2 (2023): Jurnal Farmapedia
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/jfp.v1i2.8

Abstract

Diare merupakan penyakit pencernaan yang dapat ditangani dengan swamedikasi, pada pengobatan ini tingkat pengetahuan seseorang berperan penting terhadap perilaku pengobatan khususnya pada anak. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui gambaran karakteristik responden, gambaran pengetahuan, gambaran perilaku serta hubungan antara tingkat pengetahuan terhadap perilaku swamedikasi diare non spesifik pada anak di Apotek K-24 Akses UI Depok periode Januari 2024. Penelitian ini menggunakan metode observasional yang bersifat deskriptif analitik dengan desain cross sectional menggunakan data primer, berupa kuesioner dengan sampel 100 responden diambil secara Total sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa untuk gambaran data karakteristik responden terbanyak yaitu dewasa awal 26-35 tahun (44%), perempuan (61%), perguruan tinggi (49%), ibu rumah tangga (41%), sumber informasi keluarga (58%). Hasil penelitian gambaran responden untuk tingkat pengetahuan menunjukan baik sebanyak (71%) cukup (28%) dan kurang (1%), pada gambaran perilaku swamedikasi menunjukkan hasil baik (59%) cukup (39%) dan kurang (2%). Hasil analisis uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan signifikan pengetahuan terhadap perilaku swamedikasi diare non spesifik pada anak dengan nilai p value 0,000 < 0,05. Kata kunci: Anak, Diare, Hubungan, Pengetahuan, Swamedikasi
HUBUNGAN ANTARA SOSIODEMOGRAFI DENGAN TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN OBAT SISA, OBAT RUSAK, DAN OBAT KEDALUWARSA DI KEBONJATI, KOTA SUKABUMI Fredy Nasel; Yusnitha Muthia Muthia
Jurnal Farmapedia (Pharmapedia Journal) Vol 1 No 2 (2023): Jurnal Farmapedia
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/jfp.v1i2.9

Abstract

Pengelolaan obat sisa, obat rusak, dan obat kedaluwarsa yang tidak tepat dalam penyimpanan maupun pembuangan menyebabkan terjadinya penyalahgunaan obat, kerusakan lingkungan, resistensi antibiotik, dan penurunan efektivitas terapi. Hal tersebut dikarenakan kurangnya pengetahuan masyarakat yang disebabkan oleh beberapa faktor sosiodemografi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran sosiodemografi, tingkat pengetahuan, dan hubungan antara faktor sosiodemografi dengan tingkat pengetahuan masyarakat dalam pengelolaan obat sisa, obat rusak, dan obat kedaluwarsa di Kebonjati, Kota Sukabumi. Desain penelitian ini adalah analitik prospektif observational dengan pendekatan cross- sectional. Data primer diperoleh melalui kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Sampel penelitian adalah masyakarat Kebonjati, Kota Sukabumi periode Januari-Februari 2024 sebanyak 99 responden yang dipilih menggunakan teknik stratified cluster sampling sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis data menggunakan SPSS versi 26 dengan uji Cramer’s V dan Somer’s d untuk menguji hubungan faktor sosiodemografi dengan tingkat pengetahuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan masyarakat Kebonjati, Kota Sukabumi dalam kategori baik (33,3%), cukup (38,4%), dan kurang (28,3%), diperoleh nilai signifikan <0,05 pada faktor sosiodemografi usia (0,001), pendidikan, pekerjaan, penghasilan, ini menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara sosiodemografi dengan tingkat pengetahuan masyarakat dalam pengelolaan obat sisa, obat rusak, dan obat kedaluwarsa. Kata kunci : Faktor Sosiodemografi, Penyimpanan Obat, Pembuangan Obat, dan Tingkat Pengetahuan.
ANALISIS DIMENSI KUALITAS PELAYANAN TERHADAP TINGKAT KEPUASAN PELANGGAN DALAM PELAYANAN RESEP TUNAI DI APOTEK KIMIA FARMA 8 SUKABUMI Fredy Nasel; Muhamad Rizky Febriansyah; Elin Karlina
Jurnal Farmapedia (Pharmapedia Journal) Vol 1 No 2 (2023): Jurnal Farmapedia
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/jfp.v1i2.10

Abstract

Kepuasan pelanggan memegang peranan penting dalam kelancaran suatu bisnis dan mempengaruhi strategi bisnis, dengan cara mengukur nilai kesenjangan antara kenyataan dan harapan. Ketika kualitas pelayanan melebihi harapan, tentu akan menentukan tingkat kepuasan pelanggan. Pelayanan resep tunai merupakan bagian pelayanan kefarmasian di Apotek. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui tingkat kepuasan pelanggan dan kualitas pelayanan yang akan diprioritaskan dalam perbaikan pelayanan resep tunai di Apotek Kimia Farma 8 Sukabumi. Desain penelitian ini deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional secara prospektif menggunakan kuesioner. Jumlah sampel penelitian sebanyak 95 pelanggan yang merupakan pasien atau keluarga pasien secara purposive sampling yang memuat kriteria inklusi dan ekslusi. Metode yang digunakan yaitu Servqual (Service Quality) dan IPA (Importance Performance Analysis). Gambaran sosiodemografi berdasarkan usia 36-45 tahun yaitu dewasa akhir (36%), jenis kelamin perempuan (55%), pekerjaan swasta (56%), pendidikan SMA/SMK (66%). Hasil berdasarkan rata-rata metode Servqual kelima dimensi kualitas pelayanan menunjukan tingkat kepuasan pelanggan sangat puas (84,13). Berdasarkan metode IPA, prioritas perbaikan berada di kuadran I pada atribut P12 “Obat yang dibutuhkan pelanggan tersedia diapotek” (bagian dimensi Assurance) dan atribut P16 “Petugas melakukan 3S Senyum, Sapa, Salam” (bagian dimensi Empathy). Kata kunci: IPA, Kepuasan Pelanggan, Kualitas Pelayanan, Servqual
POTENSI INTERAKSI OBAT ANTIPSIKOTIK PADA PASIEN RAWAT INAP DENGAN SKIZOFRENIA DI RUMAH SAKIT JIWA Dr. H. MARZOEKI MAHDI BOGOR Fredy Nasel; Anggie Puji Lestari
Jurnal Farmapedia (Pharmapedia Journal) Vol 2 No 1 (2024): Jurnal Farmapedia
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/jfp.v2i1.16

Abstract

Skizofrenia adalah penyakit gangguan jiwa berat dapat mempengaruhi pikiran, perasaan, dan perilaku individu dengan gejala positif dan negatif. Obat yang diberikan dapat berupa obat tunggal maupun kombinasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran jenis kelamin dan usia, penggunaan kombinasi obat, kejadian interaksi, tingkat keparahan dan mekanisme potensi interaksi. Penelitian dilakukan di Rumah Sakit Jiwa dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor pada bulan November 2023 – Mei 2024. Sampel penelitian yang digunakan adalah rekam medis pasien skizofrenia dengan kriteria inklusi berupa pasien rawat inap skizofrenia, menerima obat antipsikotik, berusia 20-60 tahun. Hasil penelitian dari 49 sampel menunjukkan bahwa pasien skizofrenia terbanyak merupakan pasien laki-laki 38 pasien (77%), dan rentang usia terbanyak di 26-35 tahun yaitu 19 pasien (39%). Pemberian antipsikotik sejumlah 6 pasien (12%) mendapatkan kombinasi 2 obat, 27 pasien (55%) dengan kombinasi 3 obat, dan 16 pasien (33%) sisanya mendapatkan kombinasi 4 obat. Mekanisme potensi interaksi obat yang ditemukan sebanyak 24 (14%) potensi kejadian farmakokinetik dan 129 (86%) potensi kejadian farmakodinamik. Tingkat keparahan potensi interaksi sebanyak 19 (12%) termasuk ke dalam kategori mayor dan 134 (88%) kejadian berpotensi memiliki interaksi moderat.
HUBUNGAN KEPATUHAN PENGGUNAAN SUPLEMEN PENAMBAH DARAH DENGAN PENINGKATAN KADAR HEMOGLOBIN (HB) PADA IBU HAMIL DI KLINIK PRATAMA RAWAT JALAN YEMIMA MEDIKA DEPOK Fredy Nasel; Ananda Putri Septiana; Yova Syarrah
Jurnal Farmapedia (Pharmapedia Journal) Vol 2 No 2 (2024): Jurnal Farmapedia
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/jfp.v2i2.17

Abstract

Anemia kehamilan merupakan kondisi dimana tubuh mengalami kekurangan sel darah merah yang ditandai dengan menurunnya kadar hemoglobin. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara kepatuhan penggunaan suplemen penambah darah dengan peningkatan kadar hemoglobin ibu hamil. Penelitian ini menggunakan uji kuantitatif dengan jenis deskriptif observasional dengan pendekatan cross sectional. Data primer diambil menggunakan kuesioner dan data sekunder dari hasil pemeriksaan laboratorium ibu hamil. Sampel yang diambil berdasarkan total sampling yaitu semua jumlah populasi sebanyak 94 ibu hamil. Hasil dari penelitian ini menunjukkan profil pasien yang paling banyak yaitu umur 26-35 tahun (50%), pendidikan SMA (57,40%), pekerjaan karyawan swasta (52,10%), suplemen ferbion® lebih banyak digunakan yaitu (79,80%) tingkat kepatuhan baik (51,10%) dan paling banyak terjadi peningkatan hemoglobin yaitu sebanyak (80,90%), berdasarkan metode Chi-Square terdapat hubungan kepatuhan penggunaan suplemen penambah darah dengan peningkatan hemoglobin pada ibu hamil di Klinik Yemima Medika Depok dengan nila p Value yaitu sebesar 0,000 dimana p Value < ???? (0,05) yang artinya terdapat hubungan yang bermakna antara kepatuhan penggunaan suplemen penambah darah dengan peningkatan Hb pada ibu hamil
EVALUASI PELAYANAN INFORMASI OBAT UNTUK PASIEN RAWAT JALAN BPJS DI PUSKESMAS BOGOR SELATAN Fredy Nasel; Anitia Lestari; Noneng Kurniasih
Jurnal Farmapedia (Pharmapedia Journal) Vol 2 No 1 (2024): Jurnal Farmapedia
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/jfp.v2i1.20

Abstract

Tuntutan pasien dan masyarakat akan peningkatan mutu Pelayanan Kefarmasian, mengharuskanadanya perluasan dari paradigma lama berorientasi kepada produk (drug oriented) menjadiparadigma baru yang berorientasi pada pasien (patient oriented) dengan filosofi PelayananKefarmasian (pharmaceutical care) (Kemenkes, 2016).Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahuidata sosiodemografi pasien rawat jalan BPJS dan mengetahui hasil persentase dari penelitiankegiatan PIO dan tersampaikannya informasi obat dengan tercapai atau tidaknya berdasarkan nilaikeberhasilan indikator mutu di Puskesmas Bogor Selatan. Dilakukan secara prospektif dimulai bulanMaret – Mei 2021. Dengan sampel 97 pasien diperoleh pasien terbanyak yaitu perempuan denganhasil 72% dan untuk hasil PIO dengan jumlah obat 217 diperoleh hasil yang sudah disampaikan danmencapai nilai keberhasilan yaitu, nama obat 100% sudah mencapai nilai keberhasilan sebesar 90%,sediaan 94%, sudah mencapai nilai keberhasilan sebesar 90%, dosis 100% sudah mencapai nilaikeberhasilan sebesar 100%, cara pakai 100% sudah mencapai nilai keberhasilan sebesar 100%,indikasi 100% sudah mencapai nilai keberhasilan sebesar 100%. Informasi obat yang sudahdisampaikan, namun belum mencapai nilai keberhasilan indikator mutu yaitu, penyimpanan 8%belum mencapai hasil keberhasilan sebesar 90%, efek samping 51% belum mencapai nilaikeberhasilan sebesar 90%, dan terdapat indikator PIO yang belum disampaikan yaitu, kontraindikasi,stabilitas dan interaksi obat.
EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN INFEKSI SALURAN PERNAFASAN AKUT (ISPA) BAGIAN ATAS DI PUSKESMAS BOGOR SELATAN Fredy Nasel; Salsa Phinaka Nabila; Noneng Kurniasih
Jurnal Farmapedia (Pharmapedia Journal) Vol 2 No 1 (2024): Jurnal Farmapedia
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/jfp.v2i1.21

Abstract

Tuntutan pasien dan masyarakat akan peningkatan mutu Pelayanan Kefarmasian, mengharuskanadanya perluasan dari paradigma lama berorientasi kepada produk (drug oriented) menjadiparadigma baru yang berorientasi pada pasien (patient oriented) dengan filosofi PelayananKefarmasian (pharmaceutical care) (Kemenkes, 2016).Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahuidata sosiodemografi pasien rawat jalan BPJS dan mengetahui hasil persentase dari penelitiankegiatan PIO dan tersampaikannya informasi obat dengan tercapai atau tidaknya berdasarkan nilaikeberhasilan indikator mutu di Puskesmas Bogor Selatan. Dilakukan secara prospektif dimulai bulanMaret – Mei 2021. Dengan sampel 97 pasien diperoleh pasien terbanyak yaitu perempuan denganhasil 72% dan untuk hasil PIO dengan jumlah obat 217 diperoleh hasil yang sudah disampaikan danmencapai nilai keberhasilan yaitu, nama obat 100% sudah mencapai nilai keberhasilan sebesar 90%,sediaan 94%, sudah mencapai nilai keberhasilan sebesar 90%, dosis 100% sudah mencapai nilaikeberhasilan sebesar 100%, cara pakai 100% sudah mencapai nilai keberhasilan sebesar 100%,indikasi 100% sudah mencapai nilai keberhasilan sebesar 100%. Informasi obat yang sudahdisampaikan, namun belum mencapai nilai keberhasilan indikator mutu yaitu, penyimpanan 8%belum mencapai hasil keberhasilan sebesar 90%, efek samping 51% belum mencapai nilaikeberhasilan sebesar 90%, dan terdapat indikator PIO yang belum disampaikan yaitu, kontraindikasi,stabilitas dan interaksi obat.
EVALUASI KETEPATAN PENGGUNAAN OBAT ORAL PADA PASIEN DIARE BALITA DI PUSKESMAS BOGOR SELATAN Fredy Nasel; Ismhatuka Ayu Putri; Noneng Kurniasih
Jurnal Farmapedia (Pharmapedia Journal) Vol 2 No 1 (2024): Jurnal Farmapedia
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/jfp.v2i1.22

Abstract

Diare merupakan terjadinya buang air besar dengan konsistensi tinja lebih encer dari biasanya, denganfrekuensi 3 kali dalam sehari atau lebih dalam 24 jam. Dalam penatalaksanaan diare pada balita, obatyang digunakan terdiri dari oralit dan zink. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui ketepatanpengobatan pada pasien diare balita di Puskesmas Bogor Selatan. Penelitian ini dilakukanmenggunakan metode deksriptif yang bersifat retrospktif dengan pendekatan cross sectional. Datapenelitian ini diambil dari data sekunder berupa data rekam medik pasien, dengan periode September– Desember 2020.Sampel yang diambil sebanyak 106 pasien dengan metode total sampling. Adapunhasil penelitian menunjukkan, usia paling banyak 2-3 tahun (54%), jenis kelamin laki-laki (61%),penggunaan oralit (38%), zink (1%), dan oralit+zink (61%). Evaluasi penggunaan obat oral padapasien diare balita; Evaluasi tepat pemilihan obat oralit, zink, dan oralit+zink terdapat 100% sudahtepat; Evaluasi tepat pemberian dosis oralit, zink, dan oralit+zink terdapat 97%, 100%, dan 74% tidaktepat dosis; Evaluasi tepat interval/frekuensi zink 100% sudah tepat, oralit dan oralit+zink terdapat97% dan 74% tidak tepat; Evaluasi tepat lama pemberian oralit, zink, dan oralit+zink terdapat 100%sudah tepat.
PERBANDINGAN EFEKTIVITAS PENGGUNAAN ANTIBIOTIK SEFTRIAKSON DAN SEFOTAKSIM UNTUK TERAPI DEMAM TIFOID RAWAT INAP RS KARTIKA KASIH SUKABUMI Fredy Nasel; Ilyas Alim Almustopa
Jurnal Farmapedia (Pharmapedia Journal) Vol 2 No 2 (2024): Jurnal Farmapedia
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/jfp.v2i2.23

Abstract

Demam tifoid merupakan penyakit infeksi bakteri Salmonella typhi yang menyerang saluranpencernaan yang sering ditemukan di Indonesia. Penggunaan antibiotik Seftriakson danSefotaksim merupakan pilihan terapi yang umum untuk menangani kasus demam tifoid.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbandingkan efektivitas Antibiotik Seftriakson danSefotaksim tersebut dalam pengobatan demam tifoid berdasarkan lama hari rawat pada pasienrawat inap di RS Kartika Kasih Sukabumi. Penelitian ini merupakan penelitian analisisdeskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini bersifat retrospektifdata yang digunakan adalah data sekunder yaitu dengan mengambil data rekam medis pasiendemam tifoid yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dengan jumlah sample 100 pasiensecara purposif sampling. Hasil penelitian, gambaran profil pasien terbanyak berjenis kelaminperempuan (69%), usia 26-35 tahun, (26%) dan buruh (48%). Gambaran lama penggunaanAntibiotika berdasarkan lama hari Seftriakson (2,42 hari) dan Sefotaksim (4,42 hari).Perbandingan efektivitas Seftriakson dan Sefotaksim dilakuna dengan uji Mann-Whitneydiperoleh nilai Asym.Sig. 0,000 < 0,05 yang artinya terdapat perbedaan yang signifikan antaraEfektivitas obat Antibiotik Seftriakson dan Sefotaksim berdasarkan lama hari rawat padapasien rawat inap di RS Kartika Kasih Sukabumi.