Swamedikasi adalah tindakan pengobatan mandiri tanpa resep dokter yang umum dilakukan untuk penyakit ringan, seperti diare. Swamedikasi bisa menjadi penyebab kesalahan pengobatan (medication error) akibat kurangnya pengetahuan masyarakat tentang obat dan cara penggunaannya. Menurut data kemenkes pada tahun 2020 kabupaten bogor menempati urutan pertama penemuan kasus diare se Jawa Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat tentang swamedikasi penyakit diare, karena diare masih menjadi penyumbang angka kematian di Indonesia. Metode penelitian menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan cross-sectional dan melibatkan 90 responden yang dipilih menggunakan rumus Slovin. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis secara univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berusia 26–35 tahun sebanyak (49%), berpendidikan SMA/sederajat sebanyak (52%), dan bekerja sebagai ibu rumah tangga sebanyak (54%). Tingkat pengetahuan responden tergolong baik yaitu sebanyak (75%). Obat yang digunakan untuk swamedikasi diare paling banyak yaitu Oralit (42%). Dengan sumber informasi utama dari kerabat atau teman yaitu (62%). Sebanyak (44%) responden mendapatkan obat untuk swamedikasi di Apotek.
Copyrights © 2025