Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG SWAMEDIKASI DIARE DI KAMPUNG NANGELA DESA SUKADAMAI KECAMATAN DRAMAGA KABUPATEN BOGOR Binar Nursanti; Euis Pujasari Hardjadipura; Diana Heryani Putri
Jurnal Farmapedia (Pharmapedia Journal) Vol 3 No 1 (2025): Jurnal Farmapedia
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/jfp.v3i1.50

Abstract

Swamedikasi adalah tindakan pengobatan mandiri tanpa resep dokter yang umum dilakukan untuk penyakit ringan, seperti diare. Swamedikasi bisa menjadi penyebab kesalahan pengobatan (medication error) akibat kurangnya pengetahuan masyarakat tentang obat dan cara penggunaannya. Menurut data kemenkes pada tahun 2020 kabupaten bogor menempati urutan pertama penemuan kasus diare se Jawa Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat tentang swamedikasi penyakit diare, karena diare masih menjadi penyumbang angka kematian di Indonesia. Metode penelitian menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan cross-sectional dan melibatkan 90 responden yang dipilih menggunakan rumus Slovin. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis secara univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berusia 26–35 tahun sebanyak (49%), berpendidikan SMA/sederajat sebanyak (52%), dan bekerja sebagai ibu rumah tangga sebanyak (54%). Tingkat pengetahuan responden tergolong baik yaitu sebanyak (75%). Obat yang digunakan untuk swamedikasi diare paling banyak yaitu Oralit (42%). Dengan sumber informasi utama dari kerabat atau teman yaitu (62%). Sebanyak (44%) responden mendapatkan obat untuk swamedikasi di Apotek.
ANALISIS KEPUASAN PASIEN BPJS TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN DI APOTEK KIMIA FARMA JUANDA BOGOR Euis Pujasari Hardjadipura; Salwati Manasari
Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal) Vol. 11 No. 1 (2026): Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/ath.v11i1.662

Abstract

Apotek merupakan suatu tempat tertentu yang digunakan menjadi lokasi dilaksanakannya kegiatan pelayanan kefarmasian dan penyaluran sediaan farmasi serta berbagai perbekalan kesehatan lainnya kepada masyarakat. BPJS merupakan fasilitas kesehatan yang disediakan oleh pemerintah menggunakan sistem pembayaran angsuran yang dibayarkan setiap bulannya. Kepuasan pasien merupakan salah satu aspek penting yang harus dicapai di setiap fasilitas kesehatan. Tujuan penelitian ini untuk dapat mengetahui gambaran dari sosiodemografi para pasien BPJS dan mengetahui tingkat kepuasan pasien BPJS terhadap pelayanan kefarmasian di Apotek Kimia Farma Juanda Bogor terhadap 5 dimensi yaitu bukti fisik, kehandalan, ketanggapan, jaminan, serta empati. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan desain survei cross-sectional pada pasien yang datang pada periode Desember 2023 sampai Februari 2024. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini ditentukan menggunakan rumus Slovin serta teknik purposive sampling sehingga total responden sebesar 100 responden. Pengumpulan data dilakukan melalui survei menggunakan kuesioner terstruktur dan data dianalisis secara deskriptif menggunakan program SPSS yang disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi serta persentase. Hasil penelitian ini menunjukkan tingkat kepuasan pasien yang dinilai berdasarkan lima dimensi, yaitu: Bukti Fisik 77,2%, kehandalan 75,26%, ketanggapan 74,1%, jaminan 68,8%, dan empati 78,7%. Secara umum pasien BPJS menunjukkan tingkat kepuasan yang baik terhadap pelayanan kefarmasian, meskipun dimensi jaminan masih memiliki nilai kepuasan yang paling rendah dibandingkan dimensi lainnya. Dengan adanya penelitian ini, diharapkan dapat dijadikan sebagai bahan evaluasi untuk menaikkan peran petugas Apotek Kimia Farma Juanda Bogor serta dapat memberikan pelayanan yang optimal bagi pasien BPJS.