Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan pada kelas rendah sebagai fondasi utama keberhasilan pembelajaran di pendidikan dasar. Lingkungan belajar yang kondusif diyakini mampu meningkatkan keterlibatan, motivasi, dan pengalaman belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi aktual pembelajaran, mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi, mengkaji strategi optimalisasi pembelajaran, serta merumuskan model konseptual pembelajaran yang menyenangkan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei lapangan yang dilaksanakan di SDN 01 Banjar Sari dengan jumlah sampel 48 siswa kelas I–III menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui angket dan observasi, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat optimalisasi pembelajaran berada pada kategori baik dengan nilai rata-rata 3,18 (79,5%). Faktor dominan yang mempengaruhi adalah kompetensi guru (83%) dan lingkungan sosial kelas (82%). Strategi pembelajaran interaktif menjadi yang paling efektif (82,5%), sementara penggunaan media masih perlu ditingkatkan (76,25%). Model konseptual yang dihasilkan menekankan integrasi perencanaan, pelaksanaan, interaksi, dan evaluasi pembelajaran. Dengan demikian, optimalisasi pembelajaran yang menyenangkan memerlukan pendekatan holistik yang terintegrasi.
Copyrights © 2026