ABSTRACT Hemorrhagic shock due to uterine atony is a major cause of maternal mortality requiring rapid and effective fluid resuscitation. This study aims to analyze the effectiveness of fluid management in improving hemodynamic status in patients with hemorrhagic shock due to uterine atony in the emergency department. A quasi-experimental design was used involving 60 patients. Parameters measured included blood pressure, heart rate, and urine output before and after fluid therapy. Results showed significant improvement in blood pressure and urine output, along with decreased heart rate (p<0.05). It is concluded that fluid management is effective in stabilizing patients with hemorrhagic shock due to uterine atony. Keywords: Hemorrhagic Shock, Uterine Atony, Fluid Management, Emergency Care ABSTRAK Syok hemoragik akibat atonia uteri merupakan salah satu penyebab utama kematian maternal yang memerlukan penanganan cepat dan tepat, terutama dalam resusitasi cairan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas manajemen cairan dalam meningkatkan kondisi hemodinamik pasien dengan syok hemoragik akibat atonia uteri di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-experimental pada 60 pasien. Parameter yang diukur meliputi tekanan darah, denyut nadi, dan output urin sebelum dan sesudah pemberian cairan. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada tekanan darah dan output urin serta penurunan denyut nadi (p<0,05). Disimpulkan bahwa manajemen cairan efektif dalam stabilisasi pasien syok hemoragik akibat atonia uteri. Kata Kunci: Syok Hemoragik, Atonia Uteri, Manajemen Cairan, IGD
Copyrights © 2026