Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Kesejahteraan Mental Perawat di Ruang Gawat Darurat: Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Stres dan Kepuasan Kerja Henry A Ruagady; Jukarnain Jukarnain; Rosmini Rasmin; Viyan Septiyana Achmad; Moh. Nisar Sy Abd Azis; Rezqiqah Aulia Rahmat
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2464

Abstract

Perawat di ruang gawat darurat (IGD) menghadapi tekanan kerja tinggi yang dapat berdampak negatif terhadap kesejahteraan mental. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat stres dan kepuasan kerja perawat IGD. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 72 perawat IGD di tiga rumah sakit tipe B di Indonesia. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner DASS-21 untuk menilai stres dan Minnesota Satisfaction Questionnaire (MSQ) untuk menilai kepuasan kerja. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa beban kerja, dukungan sosial, pengalaman kerja, dan manajemen konflik secara signifikan memengaruhi stres (p<0,05), sedangkan kepuasan kerja dipengaruhi oleh penghargaan, pengembangan karier, dan kepemimpinan. Kesimpulannya, intervensi berbasis kesejahteraan psikologis yang mencakup dukungan sosial dan pengelolaan beban kerja penting untuk diterapkan guna menjaga kesehatan mental perawat IGD.
Analisis Faktor Level Kepuasan Pasien pada Apotek Klinik Ruang Farmasi Terhadap Mutu Pelayanan di Klinik Makassar Akbar; Rusnita; Arnianti; Rahmat Pannyiwi; Rezqiqah Aulia Rahmat; Djunaedi
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2472

Abstract

Mutu pelayanan kefarmasian menjadi indikator utama dalam menentukan tingkat kepuasan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi tingkat kepuasan pasien pada pelayanan ruang farmasi di salah satu klinik di Makassar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif analitik. Sampel berjumlah 100 pasien yang menggunakan jasa apotek klinik. Hasil menunjukkan bahwa dimensi keandalan (reliability), daya tanggap (responsiveness), jaminan (assurance), empati (empathy), dan bukti fisik (tangible) secara signifikan berpengaruh terhadap kepuasan pasien. Temuan ini menunjukkan pentingnya peningkatan mutu pelayanan farmasi untuk meningkatkan kepuasan pasien secara menyeluruh.
Analisis Faktor Perilaku Pemeliharaan Kesehatan Gigi dan Mulut dengan Kejadian Gigi Berlubang pada Usia Anak Sekolah Andi Kamal M. Sallo; Rachmat Ramli; Rahmat Pannyiwi; Rezqiqah Aulia Rahmat; Anisa Purnamasari
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2508

Abstract

Masalah gigi berlubang pada anak sekolah merupakan salah satu permasalahan kesehatan gigi yang prevalensinya masih tinggi. Perilaku pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut memainkan peran penting dalam pencegahan karies gigi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara faktor perilaku pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut dengan kejadian gigi berlubang pada anak usia sekolah. Metode yang digunakan adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 100 anak sekolah dasar yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan, sikap, dan tindakan pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut dengan kejadian gigi berlubang (p < 0,05). Penelitian ini merekomendasikan perlunya peningkatan promosi kesehatan gigi pada anak usia sekolah secara berkesinambungan.
Efektivitas Program Resiliensi Mental Bagi Perawat di Unit Perawatan Intensif: Pendekatan Kognitif dan Mindfulness-Based Intervention Abdullah; M. Agus Jabir; Baso Witman Adiaksa; Ira Kusumawaty; M. Khalid Fredy Saputra; Rezqiqah Aulia Rahmat
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2589

Abstract

Perawat di Unit Perawatan Intensif (ICU) menghadapi tekanan psikologis tinggi yang dapat mempengaruhi resiliensi mental dan kualitas pelayanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas program pelatihan resiliensi berbasis pendekatan kognitif dan mindfulness-based intervention (MBI) terhadap peningkatan resiliensi mental perawat ICU. Desain penelitian menggunakan quasi eksperimen dengan pretest-posttest kelompok kontrol. Sebanyak 40 perawat ICU dibagi dalam dua kelompok: intervensi (n=20) dan kontrol (n=20). Intervensi diberikan selama 6 minggu. Instrumen yang digunakan adalah Connor-Davidson Resilience Scale (CD-RISC). Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan signifikan skor resiliensi pada kelompok intervensi dibanding kontrol (p<0,01). Intervensi kognitif dan mindfulness terbukti efektif dalam memperkuat ketahanan mental perawat ICU. Diharapkan program ini dapat diintegrasikan ke dalam sistem pelatihan rutin keperawatan kritis.
Pengaruh Media Sosial terhadap Pola Pencarian Informasi Kesehatan pada Generasi Z Nursinah; Henry A. Ruagadi; I Ketut Swastika; Rezqiqah Aulia Rahmat; Rahmat Pannyiwi
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7242

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh media sosial terhadap pola pencarian informasi kesehatan pada Generasi Z. Seiring dengan meningkatnya penggunaan media sosial, terjadi pergeseran perilaku dalam memperoleh informasi, termasuk mengenai kesehatan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain survei terhadap 200 responden Generasi Z (usia 18–25 tahun) di Indonesia. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring dan dianalisis menggunakan analisis regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap pola pencarian informasi kesehatan. Platform seperti Instagram, TikTok, dan YouTube menjadi sumber utama bagi Generasi Z untuk memperoleh pengetahuan seputar gaya hidup sehat, nutrisi, dan kesehatan mental. Namun, tingkat kepercayaan terhadap informasi tersebut masih bergantung pada kredibilitas sumber dan tingkat literasi digital pengguna. Penelitian ini menegaskan pentingnya peningkatan literasi kesehatan digital agar Generasi Z mampu menyaring informasi yang valid di tengah banjir konten kesehatan di media sosial.
Program Edukasi Asuhan Kebidanan Untuk Mencegah Komplikasi Kehamilan Pada Ibu Dengan Pernikahan Dini Zumrotul Ula; Rezqiqah Aulia Rahmat; Hasnia; Ainun Mardiah
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Juni)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pernikahan dini merupakan salah satu faktor risiko yang dapat meningkatkan terjadinya komplikasi kehamilan pada ibu. Kurangnya pengetahuan mengenai asuhan kebidanan dan tanda bahaya kehamilan menjadi permasalahan utama yang dihadapi oleh ibu dengan usia muda. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran ibu hamil dengan riwayat pernikahan dini melalui program edukasi asuhan kebidanan. Metode yang digunakan adalah edukasi partisipatif melalui penyuluhan, diskusi interaktif, dan pendampingan. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta. Sasaran kegiatan adalah 25 ibu hamil dengan pernikahan dini. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata dari 58,4 menjadi 84,2. Selain itu, pengetahuan baik meningkat dari 20% menjadi 76%. Terjadi pula perubahan perilaku, dimana 80% peserta rutin melakukan pemeriksaan antenatal care (ANC). Kesimpulan menunjukkan bahwa program edukasi asuhan kebidanan efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran ibu hamil sehingga dapat mencegah komplikasi kehamilan. Kata Kunci: Pernikahan Dini, Kehamilan Risiko Tinggi, Edukasi Kebidanan, Antenatal Care, Pengabdian Masyarakat ABSTRACT Early marriage is one of the risk factors that can increase pregnancy complications among mothers. Lack of knowledge regarding midwifery care and pregnancy danger signs is a major issue faced by young mothers. This community service program aims to improve knowledge and awareness of pregnant women with early marriage through midwifery care education. The method used was participatory education through counseling, interactive discussions, and mentoring. Evaluation was conducted using pre-test and post-test involving 25 pregnant women. The results showed an increase in the average score from 58.4 to 84.2. The proportion of good knowledge increased from 20% to 76%. Behavioral changes were also observed, with 80% of participants regularly attending antenatal care (ANC). In conclusion, the program is effective in improving knowledge and awareness, contributing to the prevention of pregnancy complications. Keywords: Early Marriage, High-Risk Pregnancy, Midwifery Education, Antenatal Care, Community Service
Sosialisasi Perawatan Luka Diabetes pada Masyarakat Berisiko Tinggi di Daerah Perkotaan Yanti Mustarin; Rezqiqah Aulia Rahmat
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Juni)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Diabetic wounds are a serious complication in people with diabetes mellitus, which can lead to infection and even amputation if not properly managed. Lack of public knowledge regarding diabetic wound care is a major factor in the increased risk of complications. This community service activity aims to improve the knowledge and skills of high-risk communities in diabetic wound care. Implementation methods included health education, wound care demonstrations, and community mentoring. Results showed an increase in participants' knowledge and skills in independently caring for diabetic wounds. This program is effective in supporting the prevention of diabetic wound complications in the community. Keywords: Diabetic Wounds, Wound Care, Health Promotion, Community Abstrak Luka diabetes merupakan salah satu komplikasi serius pada penderita diabetes mellitus yang dapat menyebabkan infeksi hingga amputasi jika tidak ditangani dengan baik. Kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai perawatan luka diabetes menjadi salah satu faktor utama meningkatnya risiko komplikasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat berisiko tinggi dalam perawatan luka diabetes. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan kesehatan, demonstrasi perawatan luka, serta pendampingan masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam melakukan perawatan luka diabetes secara mandiri. Program ini efektif dalam mendukung pencegahan komplikasi luka diabetes di masyarakat. Kata Kunci: Luka Diabetes, Perawatan Luka, Promosi Kesehatan, Masyarakat
Analisis Drug Related Problems (DRPs) pada Pasien Hipertensi di Instalasi Rawat Jalan Sara Surya; Rezqiqah Aulia Rahmat
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (Juli)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Hypertension is a chronic disease with a high prevalence in the community and often requires long-term therapy. Inappropriate use of antihypertensive medications can lead to Drug-Related Problems (DRPs), which can potentially reduce the effectiveness of therapy and increase the risk of side effects in patients. This study aims to analyze the incidence of DRPs in hypertensive patients in outpatient settings. This study used a descriptive, observational method with a retrospective approach through a review of the medical records of hypertensive patients in outpatient settings. Data collected included patient characteristics, the type of antihypertensive medication used, and the incidence of DRPs, including inappropriate medication selection, inappropriate dosage, drug interactions, and side effects. The results showed that several DRPs were still found in hypertensive patients, including inappropriate medication dosages, potential drug interactions, and inappropriate medication use based on the patient's clinical condition. These DRPs have the potential to impact the success of hypertension therapy. The conclusion of this study indicates that DRPs still occur in hypertensive patients in outpatient settings. Therefore, the role of healthcare professionals, particularly pharmacists, in monitoring drug therapy is needed to improve the safety and effectiveness of patient treatment. Keywords: Hypertension, Drug-Related Problems, Antihypertensive, Outpatient ABSTRAK Hipertensi merupakan salah satu penyakit kronis yang memiliki prevalensi tinggi di masyarakat dan sering memerlukan terapi jangka panjang. Penggunaan obat antihipertensi yang tidak tepat dapat menyebabkan terjadinya Drug Related Problems (DRPs) yang berpotensi menurunkan efektivitas terapi serta meningkatkan risiko efek samping pada pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kejadian DRPs pada pasien hipertensi di instalasi rawat jalan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif observasional dengan pendekatan retrospektif melalui penelaahan rekam medis pasien hipertensi di instalasi rawat jalan. Data yang dikumpulkan meliputi karakteristik pasien, jenis obat antihipertensi yang digunakan, serta kejadian DRPs yang meliputi pemilihan obat yang tidak tepat, dosis yang tidak sesuai, interaksi obat, dan efek samping obat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih ditemukan beberapa kejadian DRPs pada pasien hipertensi, di antaranya dosis obat yang tidak sesuai, potensi interaksi obat, serta penggunaan obat yang tidak tepat berdasarkan kondisi klinis pasien. Kejadian DRPs tersebut berpotensi mempengaruhi keberhasilan terapi hipertensi. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa DRPs masih terjadi pada pasien hipertensi di instalasi rawat jalan, sehingga diperlukan peran tenaga kesehatan, khususnya apoteker, dalam melakukan pemantauan terapi obat untuk meningkatkan keamanan dan efektivitas pengobatan pasien. Kata Kunci: Hipertensi, Drug Related Problems, Antihipertensi, Rawat Jalan
Pengaruh Terapi Aktivitas Kelompok terhadap Peningkatan Interaksi Sosial pada Pasien Gangguan Jiwa M. Agus Jabir; Rezqiqah Aulia Rahmat; Abdul Rahim; Halbina Famung Halmar
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (Juli)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Mental disorders often lead to a decline in an individual's ability to interact socially with their surroundings. Patients with mental disorders tend to experience social isolation, withdrawal, and difficulty establishing interpersonal relationships. Group activity therapy is a therapeutic intervention that can help improve patients' social interaction skills through structured, collaborative activities. This study aims to determine the effect of group activity therapy on improving social interaction in patients with mental disorders. The study used a quasi-experimental design with a pretest–posttest approach. The study sample consisted of 30 patients with mental disorders selected using a purposive sampling technique. Data were collected using social interaction observation sheets before and after group activity therapy. Data analysis used a paired t-test. The results showed an increase in social interaction scores from an average of 45.3 to 70.6 after group activity therapy. The statistical test showed a p-value of 0.001 (p < 0.05). It was concluded that group activity therapy had a significant effect on improving social interaction in patients with mental disorders. Keywords: Group Activity Therapy, Social Interaction, Mental Disorders, Psychiatric Nursing ABSTRAK Gangguan jiwa seringkali menyebabkan penurunan kemampuan individu dalam berinteraksi sosial dengan lingkungan sekitarnya. Pasien dengan gangguan jiwa cenderung mengalami isolasi sosial, menarik diri, serta kesulitan dalam menjalin hubungan interpersonal. Terapi aktivitas kelompok merupakan salah satu intervensi terapeutik yang dapat membantu meningkatkan kemampuan interaksi sosial pasien melalui kegiatan yang terstruktur dan dilakukan secara bersama-sama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi aktivitas kelompok terhadap peningkatan interaksi sosial pada pasien gangguan jiwa. Penelitian menggunakan desain quasi-experimental dengan pendekatan pretest–posttest. Sampel penelitian berjumlah 30 pasien gangguan jiwa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi interaksi sosial sebelum dan sesudah pelaksanaan terapi aktivitas kelompok. Analisis data menggunakan uji paired t-test. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan skor interaksi sosial dari rata-rata 45,3 menjadi 70,6 setelah diberikan terapi aktivitas kelompok. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p = 0,001 (p < 0,05). Disimpulkan bahwa terapi aktivitas kelompok berpengaruh signifikan terhadap peningkatan interaksi sosial pada pasien gangguan jiwa. Kata Kunci: Terapi Aktivitas Kelompok, Interaksi Sosial, Gangguan Jiwa, Keperawatan Jiwa
Analisis Cemaran Logam Berat pada Produk Herbal Tradisional Safridha Kemala Putri; Rezqiqah Aulia Rahmat
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (Juli)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Traditional herbal products are widely used by the public as alternative treatments because they are considered safer and more natural. However, several studies have shown that herbal products can be contaminated with heavy metals, potentially endangering human health. This study aims to analyze heavy metal contamination in traditional herbal products on the market. This study used a descriptive analytical method with a laboratory test approach on several traditional herbal product samples. Heavy metal analysis was performed using Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS) after the sample digestion process. The heavy metals analyzed included lead (Pb), cadmium (Cd), mercury (Hg), and arsenic (As). The results showed that several traditional herbal product samples contained varying amounts of heavy metals. Most samples were below the maximum limits set by food safety standards, but some samples showed heavy metal levels approaching the maximum permissible limits. The study's conclusions indicate that monitoring the quality of traditional herbal products is crucial to ensure safe consumption. Keywords: Heavy Metals, Herbal Products, Lead, Cadmium, Food Safety ABSTRAK Produk herbal tradisional banyak digunakan oleh masyarakat sebagai alternatif pengobatan karena dianggap lebih aman dan alami. Namun, beberapa penelitian menunjukkan bahwa produk herbal dapat terkontaminasi oleh logam berat yang berpotensi membahayakan kesehatan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis cemaran logam berat pada produk herbal tradisional yang beredar di pasaran. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan pendekatan uji laboratorium terhadap beberapa sampel produk herbal tradisional. Analisis logam berat dilakukan menggunakan metode Spektrofotometri Serapan Atom (SSA) setelah proses destruksi sampel. Logam berat yang dianalisis meliputi timbal (Pb), kadmium (Cd), merkuri (Hg), dan arsen (As). Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa sampel produk herbal tradisional mengandung logam berat dalam jumlah yang berbeda-beda. Sebagian besar sampel masih berada di bawah batas maksimum yang ditetapkan oleh standar keamanan pangan, namun beberapa sampel menunjukkan kadar logam berat yang mendekati batas maksimum yang diizinkan. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa pengawasan terhadap kualitas produk herbal tradisional sangat penting untuk menjamin keamanan konsumsi masyarakat. Kata Kunci: Logam Berat, Produk Herbal, Timbal, Kadmium, Keamanan Pangan