Kegiatan pengabdian masyarakat berjudul “Edukasi Pernikahan Dini pada Remaja di Desa Sungai Duren” dilaksanakan sebagai upaya preventif dalam menekan potensi pernikahan usia anak. Program ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pemahaman remaja mengenai Pendewasaan Usia Pernikahan (PUP), serta kuatnya pengaruh tradisi lokal, rendahnya motivasi melanjutkan pendidikan, dan keterbatasan akses informasi kesehatan reproduksi. Metode yang digunakan berupa penyuluhan interaktif dengan melibatkan tenaga profesional dari pihak puskesmas dan bidan desa, yang membahas aspek kesehatan, psikologis, serta hukum perkawinan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan perubahan paradigma pada 22 peserta yang mengikuti sosialisasi. Remaja tidak lagi memandang pernikahan dini sebagai solusi masalah ekonomi atau status sosial, melainkan menyadari pentingnya pendidikan dan kematangan diri sebelum memasuki jenjang pernikahan. Selain itu, kolaborasi antara mahasiswa KKN Kelompok 51, puskesmas, dan perangkat desa terbukti memperkuat efektivitas penyampaian pesan edukatif. Dengan demikian, edukasi berbasis kolaboratif dan interaktif dapat menjadi strategi yang efektif dalam mencegah pernikahan dini di tingkat desa
Copyrights © 2025