Permasalahan penyalahgunaan narkoba merupakan tantangan serius dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045, khususnya dalam pembangunan sumber daya manusia yang sehat dan produktif. Kabupaten Pelalawan sebagai wilayah dengan aktivitas ekonomi dan mobilitas yang tinggi memiliki kerentanan terhadap peredaran dan penyalahgunaan narkoba, sementara keterbatasan kapasitas kelembagaan, seperti Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK), menuntut adanya pendekatan berbasis masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi masyarakat, memperkuat kapasitas penggiat Desa Bersinar (Desa Bersih Narkoba), serta mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam upaya pencegahan narkoba yang berkelanjutan. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif dan experiential learning yang meliputi tahapan sosialisasi, pelatihan interaktif, penerapan kampanye digital, pendampingan komunitas, serta evaluasi program. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman masyarakat terkait bahaya narkoba, yang ditandai dengan kenaikan skor evaluasi lebih dari 30%, serta terbentuknya penggiat Desa Bersinar yang aktif dalam melakukan edukasi dan kampanye di lingkungan masing-masing. Selain itu, pemanfaatan media digital terbukti efektif dalam memperluas jangkauan pesan edukasi dan meningkatkan keterlibatan masyarakat, khususnya generasi muda. Program ini juga berhasil membangun model pencegahan narkoba berbasis komunitas yang berkelanjutan melalui pendampingan dan penguatan jejaring lokal. Dengan demikian, kegiatan ini memberikan kontribusi nyata dalam menciptakan masyarakat yang lebih sadar, tangguh, dan bebas dari narkoba, serta mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045 yang berkelanjutan.
Copyrights © 2026