Perubahan iklim merupakan salah satu krisis global yang paling signifikan pada abad ke-21 karena dampaknya tidak hanya bersifat ekologis, tetapi juga sosial, budaya, dan kesehatan masyarakat. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis perubahan pola hidup masyarakat yang terdampak perubahan iklim melalui perspektif antropologi lingkungan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain etnografi, yang menekankan pada pengalaman hidup masyarakat, praktik keseharian, serta strategi adaptasi yang berkembang dalam konteks sosial-budaya tertentu. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan telaah dokumentasi etnografis dari berbagai studi kasus masyarakat pesisir, agraris, dan komunitas adat yang rentan terhadap perubahan iklim.Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan iklim memicu transformasi signifikan dalam sistem mata pencaharian, relasi manusia–lingkungan, serta pemaknaan budaya terhadap alam. Adaptasi masyarakat tidak semata-mata bersifat teknis, melainkan berakar pada pengetahuan lokal, nilai budaya, dan pengalaman historis. Selain itu, perubahan iklim juga berdampak pada kesehatan tubuh dan kesejahteraan sosial, yang memperlihatkan keterkaitan erat antara krisis ekologis dan kerentanan sosial. Artikel ini menegaskan bahwa antropologi lingkungan memiliki kontribusi penting dalam memahami perubahan iklim sebagai proses sosio-ekologis yang kompleks, serta dalam merumuskan strategi adaptasi yang kontekstual dan berkeadilan.
Copyrights © 2026