Permasalahan stunting masih menjadi isu kesehatan utama di Indonesia, khususnya di wilayah pedesaan. Rendahnya pemahaman masyarakat mengenai gizi dan kesehatan anak menjadi salah satu faktor penyebabnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi yang dilakukan oleh tenaga kesehatan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan stunting. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap tenaga kesehatan dan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi yang efektif meliputi pendekatan interpersonal, penggunaan bahasa lokal, serta pemanfaatan media edukasi sederhana. Namun, terdapat hambatan berupa rendahnya tingkat pendidikan masyarakat dan kuatnya budaya lokal yang mempengaruhi pola asuh anak. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa strategi komunikasi yang adaptif dan berbasis budaya lokal sangat diperlukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam pencegahan stunting.
Copyrights © 2025