Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi produktivitas unit penangkapan dan tingkat keanekaragaman jenis ikan yang tertangkap menggunakan alat tangkap pancing rawai yang dioperasikan oleh nelayan di Pelabuhan Balambang, Kabupaten Luwu di perairan Teluk Bone. Data primer dikumpulkan melalui observasi langsung dan wawancara terstruktur terhadap 10 nelayan pancing rawai. Data hasil tangkapan meliputi nama lokal, nama ilmiah, jumlah individu, dan berat setiap jenis ikan yang tertangkap.Hasil penelitian menunjukkan bahwa alat tangkap pancing rawai yang dioperasikan memiliki spesifikasi yang relatif seragam, dengan rata-rata 100 mata pancing per tali utama dan durasi operasi berkisar antara 6 hingga 10 jam per trip. Nilai Upaya Tangkapan per Unit (Catch Per Unit Effort) rata-rata pancing rawai berada pada 20,64 kg/trip. Komposisi hasil tangkapan didominasi oleh famili Kakap Merah (Lutjanus sp.), (Lethrinidae), (Muraenesox Cinereus), (Epinephelus fuscoguttatus), (Pomadasys maculatus), (Rachycentron Canadum), (Lutjanus johnii), (Caranx ignobilis), (Taeniura lymma (Ariidae), Masidung (Caranx sexfasciatus), (Etelis carbunculus), Kakap Putih (Lates calcarifer), (Epinephelus Sp). Analisis Keanekaragaman menunjukkan nilai Indeks Keanekaragaman sebesar 14,58%, yang dikategorikan sebagai keanekaragaman sedang hingga tinggi. Indeks Dominansi sebesar 0,3% menunjukkan bahwa tidak terdapat spesies tunggal yang sangat dominan dalam hasil tangkapan, yang mencerminkan ekosistem perairan Teluk Bone yang masih memiliki keragaman spesies yang cukup baik.
Copyrights © 2026