Kepadatan tebar yang tinggi dapat mempercepat penurunan kualitas air selama transportasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepadatan tebar terhadap kelangsungan hidup benih ikan nila (Oreochromis niloticus) selama transportasi tertutup empat jam dan menentukan kepadatan optimalnya. Penelitian menggunakan empat perlakuan kepadatan (60, 70, 80, dan 90 ekor per wadah) dengan enam ulangan. Parameter yang diamati meliputi kelangsungan hidup, suhu, dan pH air sebelum dan sesudah transportasi. Analisis data menggunakan ANOVA dan uji BNT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepadatan berpengaruh nyata terhadap kelangsungan hidup (p < 0.001). Kelangsungan hidup mencapai 100% pada kepadatan 60 dan 70 ekor, sedangkan pada kepadatan 80 ekor menurun menjadi 97.80% dan pada 90 ekor turun menjadi 92.40%. Suhu meningkat dari 25–26 °C menjadi 28–30 °C dan pH menurun dari 6.83–7.07 menjadi 6.22–6.56 serta penurunan DO dari 7.7–7.8 mg/L menjadi 7.0 mg/L (P1), 6.5 mg/L (P2), 6.0 mg/L (P3), dan 5.5 mg/L (P4). Kepadatan optimal yang direkomendasikan adalah 60–70 ekor per wadah. Kata kunci: benih ikan nila, kepadatan tebar, transportasi tertutup, kelangsungan hidup, kualitas air
Copyrights © 2026