Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

PENYULUHAN OLAHAN PANGAN LOKAL DAN PRODUK BERBASIS IKAN SEBAGAI UPAYA PENCEGAH STUNTING Sri Oetami Madyowati; Kejora Handarini; Achmad Kusyairi; Nunuk Hariyani; Sumaryam Sumaryam; Didik Trisbiantoro; Nurul Hayati; Didik Budiyanto
MONSU'ANI TANO Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32529/tano.v6i2.2600

Abstract

Pada tahun 2022 jumlah penderita stunting di Indonesia mencapai 21,6 %, dan masih berada di urutan ke lima dunia.  Sebagai upaya untuk berpartisipasi dalam penyelesaian masalah stunting, maka peran perguruan tinggi melaksanakan penyuluhan pada Ibu-ibu yang berlokasi di Posyandu Sedap Malam 1, Desa Candinegoro RT.05 RW.01, Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo. Tujuan kegiatan: meningkatkan pengetahuan pada ibu-ibu tentang olahan pangan lokal dan produk berbasis ikan sebagai upaya untuk mencegah stunting.  Metode kegiatan adalah: persiapan, pelaksanaan penyuluhan, dan evaluasi. Hasil menunjukkan (1) terdapat peningkatan pengetahuan ibu-ibu Posyandu tentang olahan pangan lokal dan produk berbasis ikan sebagai upaya untuk mencegah stunting (2) Pemberian buku resep yang dapat dijadikan panduan bagi ibu-ibu sehingga dapat meminimalisir kasus stunting.  Berdasarkan pretest dan post test menunjukkan bahwa pengetahuan ibu-ibu tentang olahan pangan lokal dan produk berbasis ikan sebagai upaya untuk mencegah stunting menunjukkan peningkatan.
Pengaruh Pemberian Tepung Daun Pepaya (Carica papaya L) Pada Pakan Buatan Dengan Dosis Yang Berbeda Terhadap Pertumbuhan Berat Mutlak Ikan Gurami (Osphronemus gouramy) Rima Dara Lestari; Didik Budiyanto; Indra Wirawan
Juvenil Vol 6, No 1: Februari (2025)
Publisher : Department of Marine and Fisheries, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/juvenil.v6i1.22523

Abstract

ABSTRAKTujuan peneletian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian tepung daun pepaya (Carica papaya L) dengan dosis yang berbeda pada pakan buatan terhadap pertumbuhan berat mutlak ikan gurami (Osphronemus gouramy) dan untuk mengetahui penambahan dosis tepung daun pepaya pada pakan buatan terhadap pertumbuhan berat mutlak ikan gurami (Osphronemus gouramy). Penelitian ini menggunakan metode eksperimen Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan 5 ulangan. Perlakuan yang diuji penambahan daun pepaya (Carica papaya L) dengan dosis berbeda yaitu; 0 gr/kg, 20 gr/kg, 30 gr/kg, 40 gr/kg and 50 gr/kg. Sampel menggunakan benih ikan gurami (Osphronemus gouramy) dengan Panjang 5 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian tepung daun papaya (Carica papaya L) dengan dosis yang berbeda berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan berat mutlak ikan gurami (Osphronemus gouramy). Perlakuan E memberikan hasil tertinggi sebesar 4,50 gr/ekor. Data kualitas air diperoleh suhu air berkisar 27.2 ºC – 27.6 ºC, derajat keasaman 7,3 – 7,7 dan oksigen terlarut 5,6 – 5,9 ppm.Kata Kunci: ikan gurami, daun pepayaABSTRACTThe purpose of this study was to determine the effect of giving papaya leaf flour (Carica papaya L) with different doses of artificial feed on the absolute weight growth of gouramy (Osphronemus gouramy) and to determine the additional dose of papaya leaf powder on artificial feed (Carica papaya L) on the growth of absolute weight of gouramy (Osphronemus gouramy). This research used a Completely Randomized Design (CRD) experimental method with 5 treatments and 5 replications. The treatments tested were the addition of papaya leaves (Carica papaya L) at different doses, namely; 0 gr/kg, 20 gr/kg, 30 gr/kg, 40 gr/kg and 50 gr/kg. The sample uses gourami fish (Osphronemus gouramy) seeds with a length of 5 cm. The results showed that the administration of papaya leaf flour (Carica papaya L) with different doses had a significant effect on the absolute weight growth of gourami (Oshpronemus gouramy). Treatment E gave the highest yield of 4.50 gr/head. Water quality data obtained from water temperatures ranging from 27.2 ºC – 27.6 ºC, potential of hydrogen 7,3 – 7,7 and dissolved oxygen 5,6 – 5,9 ppm.Keywords: gourami fish (Osphronemus gourami), papaya leaves (Carica papaya L)
Administration of Different Doses of Basil Leaf Extract (Ocimum Sp.) as a Preventive Measure Against Disease in the Survival of 7-Day-Old Pearl Catfish (Clarias Gariepinus) Seeds Floranda Rahmadheny Gandesha; Didik Budiyanto; Sumaryam; Retnani Rahmiati; Kejora Handarini
Enrichment: Journal of Multidisciplinary Research and Development Vol. 3 No. 12 (2026): Enrichment: Journal of Multidisciplinary Research and Development
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/enrichment.v3i12.638

Abstract

This study aims to determine the ability of basil leaf extract as a disease prevention measure in pearl catfish seeds aged 7 days. The research was conducted using experimental methods. The experimental design used was a Completely Randomized Design (CRD) with one factor, namely the difference in the dose of basil leaf extract, which consisted of six treatments with four replicates. The treatment tested was the difference in the dosage of basil leaf extract, namely treatment A (0 mL), B (20 mL), C (30 mL), D (40 mL), E (50 mL), and F (60 mL), in 3 L of rearing water. The data were analyzed using ANOVA. The test animals used were pearl catfish (Clarias gariepinus) aged 7 days that were indicated to be sick. The results of the study showed that the administration of basil leaf extract had a significant effect as a disease prevention measure on the survival of pearl catfish seeds aged 7 days, with the highest survival rate reaching 82.5%. The optimal dose of basil leaf extract as a disease prevention measure was the administration of 30 mL/3 L of basil leaf extract (Treatment C). Water quality data were still supportive of the growth of catfish seeds, with pH values ranging from 6.08–7.08, dissolved oxygen ranging from 3.07–4.00 mg/L, and a temperature of around 27.7 °C, which is still within the water quality standard for fish rearing, except for ammonia levels ranging from 0.13–0.44 mg/L, which exceed the optimum water quality standard.
Pengaruh Kepadatan Terhadap Tingkat Kelangsungan Hidup Benih Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Dalam Sistem Transportasi Tertutup Selama Empat Jam: The Effect of Stocking Density on The Survival Rate of Nile Tilapia (Oreochromis niloticus) Fingerlings in a Closed Transportation System Leony Putwie Maudina Sova; Nurul Hayati; Didik Budiyanto
Pena Akuatika : Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan Vol. 25 No. 1 (2026): PENA AKUATIKA JURNAL ILMIAH PERIKANAN DAN KELAUTAN
Publisher : Fakultas Perikanan Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepadatan tebar yang tinggi dapat mempercepat penurunan kualitas air selama transportasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepadatan tebar terhadap kelangsungan hidup benih ikan nila (Oreochromis niloticus) selama transportasi tertutup empat jam dan menentukan kepadatan optimalnya. Penelitian menggunakan empat perlakuan kepadatan (60, 70, 80, dan 90 ekor per wadah) dengan enam ulangan. Parameter yang diamati meliputi kelangsungan hidup, suhu, dan pH air sebelum dan sesudah transportasi. Analisis data menggunakan ANOVA dan uji BNT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepadatan berpengaruh nyata terhadap kelangsungan hidup (p < 0.001). Kelangsungan hidup mencapai 100% pada kepadatan 60 dan 70 ekor, sedangkan pada kepadatan 80 ekor menurun menjadi 97.80% dan pada 90 ekor turun menjadi 92.40%. Suhu meningkat dari 25–26 °C menjadi 28–30 °C dan pH menurun dari 6.83–7.07 menjadi 6.22–6.56 serta penurunan DO dari 7.7–7.8 mg/L menjadi 7.0 mg/L (P1), 6.5 mg/L (P2), 6.0 mg/L (P3), dan 5.5 mg/L (P4). Kepadatan optimal yang direkomendasikan adalah 60–70 ekor per wadah. Kata kunci: benih ikan nila, kepadatan tebar, transportasi tertutup, kelangsungan hidup, kualitas air
Effect of adding at-bak probiotics with different concentrations in feed on absolute weight growth of whiteleg shrimp (Litopenaeus vannamei) DOC 30 Prestisia Purnama Dewanti; Sumaryam Sumaryam; Didik Budiyanto
Jurnal Perikanan Terpadu Vol 7, No 1 (2026): Jurnal Perikanan Terpadu Volume 7 Nomor 1
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jpterpadu.v7i1.14477

Abstract

Whiteleg shrimp (Litopenaeus vannamei) is one of the national superior commodities that contribute 40% to the Indonesian fishing industry. Feeding through the addition of external additives, namely probiotics, will increase whiteleg shrimp production so as to meet foreign market demand. One of the probiotic products in shrimp farming is the trademark “AT-Bak” which contains Lactobacillus plantarum, Lactobacillus fermentum, Bacillus subtilis and Pseudomonas putida. The purpose of the study was to determine the effect of the addition of probiotics with different concentrations in the feed on the absolute weight growth of whiteleg shrimp (Litopenaeus vannamei) DOC 30. The method used in this study was an experimental method. The design used is an experimental method, using a completely randomized design (CRD) with 4 treatments and 6 replicates. The treatment given was the provision of probiotics with concentrations: treatment A (15 ml/kg feed); B (20 ml/kg feed); C (25 ml/kg feed); D (30 ml/kg feed). The results showed that the provision of probiotics with different concentrations had a significant effect on the absolute weight growth of whiteleg shrimp (Litopenaeus vannamei) DOC 30. Treatment D with a concentration of 30 ml/kg gave the highest absolute weight growth of 9.37 g. Water quality data during the study obtained water temperature ranged from 27.9 to 30˚C, salinity ranged from 28 to 32 ppt, pH ranged from 7.8 to 8.4, and oxygen range from 4.7 to 5 mg/l.
Analysis of Consumer Satisfaction with the Quality of Smoked Fish Products at the Kenjeran Smoked Fish Center, Surabaya City Gilang Rusrita Aida; Angga Pratama Putra; Rosidah Wahyu Ningtyas; Didik Budiyanto; Maria Erlinda Sarida; Filemon Cabrin Agun
Grouper Vol. 15 No. 1 (2024): Grouper : Jurnal Ilmiah Perikanan
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/grouper.v15i1.222

Abstract

Kenjeran is one of the coastal villages in the city of Surabaya. It is one of the coastal tourist attractions in Surabaya, famous as a center for smoked fish. The processing and marketing of smoked fish at the Kenjeran Smoked Fish Center still cannot be said to be hygienic and the sanitation aspect is still not taken into account, so it is necessary to analyze the level of consumer satisfaction as input for improving the quality of smoked fish in Kenjeran to increase the sales turnover of smoked fish. The methods used to analyze consumer satisfaction include the Customer Satisfaction Index (CSI) and Importance Performance Analysis (IPA). Data was taken through a questionnaire to respondents who were determined using purposive sampling. The research results show that the level of consumer satisfaction based on the CSI value is already satisfactory. Then, based on the IPA Performance Analysis Index, no attribute is the main priority for improving the performance of smoked fish products. This is because the attributes of price, freshness, hygiene, safety for consumption, and product durability have entered quadrant II and their performance must be maintained. Meanwhile, the attributes of savory taste, attractive aroma, sameness, wholeness, water content, and organic processing fall into quadrant III, which means that these attributes are considered less important by consumers and the level of performance is still not in line with what consumers expect.
Pengaruh Perbedaan Frekuensi Pemberian Pakan Buatan Terhadap Pertumbuhan Benih Lele Dumbo (Clarias gariepinus L.) Pada UMKM Jaya Mandiri Kampung Sukasirna Kecamatan Purbaratu Kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat Dwirini Kartikasari; Didik Budiyanto; Indra Wirawan; Mikael Bambang Sigit Sucahyo; Nunuk Hariyani
Jurnal Media Informatika Vol. 6 No. 3 (2025): Jurnal Media Informatika
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jumin.v6i3.6417

Abstract

Perikanan budidaya merupakan sektor strategis dalam pembangunan ekonomi lokal di Indonesia. Lele dumbo (Clarias gariepinus) menjadi salah satu komoditas utama budidaya air tawar karena memiliki pertumbuhan cepat, daya adaptasi tinggi, serta efisiensi pakan yang baik. Namun, pakan menyumbang sekitar 60–70% dari total biaya produksi, sehingga manajemen pemberian pakan, khususnya frekuensi, menjadi aspek krusial dalam efisiensi budidaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh perbedaan frekuensi pemberian pakan buatan terhadap pertumbuhan benih lele dumbo pada UMKM Jaya Mandiri di Kampung Sukasirna, Kecamatan Purbaratu, Kabupaten Tasikmalaya. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari tiga perlakuan frekuensi pemberian pakan (2x, 3x, dan 4x per hari) masing-masing dengan delapan ulangan. Parameter yang diamati meliputi pertumbuhan berat mutlak, kualitas air (suhu, pH, dan DO), serta efisiensi pakan secara tidak langsung. Hasil uji ANOVA dan BNT menunjukkan bahwa perbedaan frekuensi pemberian pakan berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan benih lele dumbo (P<0,05). Perlakuan 3 (4x/hari) menghasilkan pertumbuhan berat tertinggi dengan rata-rata 21,64 gram, sedangkan perlakuan 1 (2x/hari) menghasilkan pertumbuhan terendah dengan rata-rata 13,00 gram. Kualitas air selama penelitian masih dalam kisaran optimal untuk budidaya. Penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan frekuensi pemberian pakan hingga empat kali sehari dapat meningkatkan efisiensi pertumbuhan benih lele dumbo secara signifikan. Temuan ini memberikan kontribusi praktis bagi pembudidaya kecil dalam mengefisienkan penggunaan pakan dan meningkatkan produktivitas usaha budidaya ikan lele dumbo.
Analisis Kelayakan Usaha Produksi Petis Udang Skala Industri Rumah Tangga Di Ud. Samporna Sidoarjo Angga Pratama Putra; Totok Hendarto; Regita Faridatunisa Wijayanti; Ani Sulistiawati; Indra Wirawan; Didik Budiyanto; Muhajir Muhajir; Maria Agustini; Sumaryam Sumaryam; Dwirini Kartikasari; Mikael Bambang Sigit Sucahyo
Jurnal Media Informatika Vol. 7 No. 1 (2026): Edisi Januari - Februari
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jumin.v7i1.8159

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan finansial usaha produksi petis udang di UD. Samporna Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Penelitian dilaksanakan dengan metode studi kasus menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Data primer diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan data sekunder diperoleh dari literatur dan referensi ilmiah terkait. Analisis dilakukan melalui perhitungan biaya tetap, biaya variabel, penerimaan, keuntungan, dan nilai R/C Ratio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total biaya produksi petis udang sebesar Rp112.140.165 per bulan, dengan total penerimaan sebesar Rp384.800.000. Nilai keuntungan bersih yang diperoleh mencapai Rp272.659.835, dan nilai R/C ratio sebesar 3,43 (>1), yang menandakan usaha ini layak dan menguntungkan secara finansial. Faktor-faktor yang mendukung kelayakan usaha meliputi ketersediaan bahan baku udang yang stabil, manajemen biaya yang efisien, serta permintaan pasar yang tinggi. Dengan demikian, usaha petis udang skala rumah tangga di UD. Samporna layak dikembangkan sebagai usaha berkelanjutan dan potensial dalam mendukung ekonomi lokal.