Rendahnya hasil belajar peserta didik serta masih minimnya integrasi kearifan lokal Suku Sasak dalam bahan ajar menjadi salah satu permasalahan dalam pembelajaran IPAS di sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul digital berbasis kearifan lokal Suku Sasak pada materi “Daerah Kebanggaanku”, serta mengetahui prototipe, tingkat validitas, dan kepraktisannya. Penelitian ini menggunakan model pengembangan ADDIE yang meliputi tahap Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Subjek penelitian adalah 20 peserta didik kelas V SDN 1 Aikmel. Data dikumpulkan melalui lembar validasi ahli materi dan ahli media serta angket respons guru dan peserta didik. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dengan menghitung persentase skor menggunakan skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul digital yang dikembangkan termasuk kategori sangat valid dengan persentase 96,66% dari ahli materi dan 96,36% dari ahli media. Hasil uji kepraktisan menunjukkan persentase 83,33% pada uji kelompok kecil dan 83,4% pada uji lapangan dengan kategori sangat praktis. Dengan demikian, modul digital berbasis kearifan lokal Suku Sasak dinyatakan sangat valid dan sangat praktis untuk digunakan dalam pembelajaran IPAS di sekolah dasar.
Copyrights © 2026