Banyak anak usia sekolah, khususnya usia 11–13 tahun, belum memiliki kemampuan gerak lokomotor yang optimal akibat kurangnya program aktivitas fisik yang terstruktur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan ABC (Atletik Basic Coordination) Running terhadap kemampuan motorik kasar anak peserta ekstrakurikuler atletik SDN 3 Cinunuk. Penelitian menggunakan desain pre-eksperimental dengan rancangan satu kelompok pretest-posttest. Sampel berjumlah 30 siswa usia 11–13 tahun yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Kemampuan motorik kasar diukur menggunakan subtes lokomotor TGMD-3 (Test of Gross Motor Development – Third Edition). Program latihan ABC Running dilaksanakan selama 4-5 minggu, tiga kali pertemuan per minggu (16 sesi). Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas Shapiro-Wilk, uji homogenitas Levene, dan Paired Sample T-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor kemampuan motorik kasar meningkat dari 39,63 (pretest) menjadi 41,50 (posttest) dengan peningkatan sebesar 1,87 poin. Hasil uji Paired Sample T-Test diperoleh nilai t = -8,550 dengan nilai signifikansi (Sig.) = 0,000 (p < 0,05), yang membuktikan bahwa latihan ABC Running berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan kemampuan motorik kasar anak. Dengan demikian, latihan ABC Running direkomendasikan sebagai metode pengembangan gerak lokomotor yang efektif dan berbasis bukti dalam program ekstrakurikuler atletik sekolah dasar.
Copyrights © 2026