Kualitas air bersih merupakan aspek penting dalam pelayanan publik, sehingga pemantauan kekeruhan air perlu dilakukan secara cepat, akurat, dan berkelanjutan. PDAM Way Rilau Bandar Lampung telah memanfaatkan sensor kekeruhan air, namun penyajian data masih menghadapi kendala karena belum didukung antarmuka sistem informasi yang efektif, mudah dipahami, dan sesuai kebutuhan pengguna. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengembangkan antarmuka pengguna (user interface/UI) untuk sistem informasi sensor kekeruhan air agar mendukung pemantauan data secara lebih efisien, terstruktur, dan responsif. Metode pelaksanaan dibagi menjadi tiga tahap, yaitu pra pelaksanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pada tahap pelaksanaan digunakan pendekatan Design Thinking melalui tahapan empathize, define, ideate, prototype, dan test. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sistem berhasil menghasilkan 7 halaman utama, yaitu landing page, login, home, profile, report, access control, dan new user, serta 14 rancangan antarmuka dalam bentuk low-fidelity dan high-fidelity untuk tampilan desktop dan mobile. Berdasarkan tiga kebutuhan utama mitra, dua kebutuhan telah terpenuhi sepenuhnya dan satu kebutuhan terpenuhi secara parsial, sehingga tingkat keberhasilan program mencapai 66,7% berhasil penuh dan 33,3% berhasil parsial. Kegiatan ini memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kemudahan akses informasi, keterbacaan data, dan pengelolaan sistem, meskipun penyempurnaan integrasi IoT dan kestabilan data real-time masih diperlukan.
Copyrights © 2026