Terbatasnya sarana praktik berbasis perangkat fisik di SMK Negeri 1 Al-Mubarkeya menjadi permasalahan awal dalam penyelenggaraan pembelajaran Internet of Things (IoT) yang menuntut keterlibatan langsung peserta didik dalam kegiatan praktik. Seiring pesatnya perkembangan teknologi IoT, pembelajaran di Sekolah Menengah Kejuruan dituntut untuk mengarah pada pendekatan yang lebih aplikatif dan berorientasi pada kesiapan kerja. Namun demikian, proses pembelajaran IoT masih sering menghadapi hambatan berupa minimnya fasilitas praktik serta ketersediaan bahan ajar yang mampu merepresentasikan proyek secara memadai. Oleh karena itu, penelitian ini diarahkan pada pengembangan modul pembelajaran berbasis simulasi IoT sebagai media pendukung dalam pembelajaran Informatika pada siswa kelas X TJKT 1 SMK Negeri 1 Al-Mubarkeya. Metode yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan dengan model ADDIE yang meliputi tahap analisis, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Penilaian pembelajaran difokuskan pada dua ranah, yaitu kognitif dan psikomotorik. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pemahaman kognitif siswa setelah penggunaan modul simulasi IoT dengan nilai N-Gain sebesar 0,43 yang berada pada kategori sedang. Selain itu, capaian keterampilan praktik yang diukur melalui lembar instruksi kerja menghasilkan nilai rata-rata 81,6 dengan kategori sangat baik. Temuan ini mengindikasikan bahwa modul yang dikembangkan layak diterapkan dan efektif dalam menunjang pembelajaran IoT serta meningkatkan pengetahuan dan keterampilan praktis siswa di SMK.
Copyrights © 2026