Penelitian ini mengkaji pola komunikasi dalam tradisi Miyah Malaman sebagai bentuk komunikasi ritual yang sarat makna simbolik dalam masyarakat Kayuagung. Komunikasi dalam tradisi lokal tidak hanya berfungsi menyampaikan pesan, tetapi juga membentuk makna sosial melalui interaksi simbolik. Namun, kajian sebelumnya cenderung deskriptif dan belum menyoroti proses konstruksi makna secara mendalam. Penelitian ini bertujuan menganalisis pola komunikasi dalam tradisi Miyah Malaman di Kelurahan Perigi menggunakan perspektif interaksionisme simbolik. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode etnografi komunikasi. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman (reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi melibatkan unsur verbal dan nonverbal yang terstruktur melalui simbol, peran aktor, serta norma sosial. Simbol seperti lilin, petasan, dan aktivitas kunjungan dimaknai sebagai representasi niat sosial, kebersamaan, dan penghormatan dalam konteks adat-religius. Penelitian ini berkontribusi pada kajian komunikasi budaya dengan menekankan pentingnya analisis komunikasi sebagai proses konstruksi makna dalam tradisi lokal.
Copyrights © 2026