Dalam operasi sistem kelistrikan 20 kV, PT PLN UP2D (Unit Pelaksana Pengatur Distribusi) Kalimantan Barat memiliki kewenangan dalam proses pengaturan operasi sistem. Saat ini sistem pemeliharaan yang digunakan masih bersifat perbaikan yang dilakukan saat terjadi kerusakan atau disebut corrective maintenance. Sehingga downtime yang dihasilkan tinggi serta membuat tidak maksimalnya kinerja keypoint. Salah satu alternatif untuk menyelesaikan persoalan ini maka dibuat sebuah sistem pendukung keputusan dalam penentuan predictive maintenance keypoint menggunakan suatu metode RCM (reliability centered maintenance) berbasis web. Sistem ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pemeliharaan peralatan di PLN UP2D Kalimantan Barat dengan memanfaatkan data real-time dan histori pemeliharaan untuk memberikan rekomendasi pemeliharaan berbasis kondisi peralatan. Metodologi penelitian mencakup perancangan sistem, pengembangan metode RCM, dan pembuatan antarmuka pengguna yang friendly. Pengujian dilakukan untuk mengevaluasi fungsionalitas sistem, akurasi model prediksi, dan responsivitas antarmuka. Pada metode RCM ini diperoleh suatu tindakan perbaikan dengan minimum downtime. Hasil dari pengujian diperoleh bahwa rekomendasi berupa perawatan condition directed (CD) untuk komponen bagian switchgear, voltage transformer, RTU, modem GSM, finding failure pada komponen kabel control, antena modem dan time directed (TD) untuk bagian komponen baterai, dengan penggantian komponen setiap 325 hari untuk baterai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem dapat mengidentifikasi keypoint pemeliharaan dengan akurasi tinggi, mengurangi downtime peralatan, dan meningkatkan efisiensi operasional di PLN UP2D Kalimantan Barat. Antarmuka pengguna juga dinyatakan efektif dalam memfasilitasi akses dan interpretasi data oleh staf pemeliharaan.
Copyrights © 2026