Kesenjangan kompetensi lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri masih menjadi tantangan utama dalam pendidikan vokasi Indonesia. Pola pembelajaran yang masih berorientasi pada penyampaian materi secara satu arah membuat siswa kurang memperoleh pengalaman langsung yang mencerminkan situasi kerja profesional. Praktik produktif di bengkel sekolah pun belum sepenuhnya merepresentasikan standar dan budaya kerja industri. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan mengadaptasi model Richey dan Klein melalui tiga tahap: analisis dan perancangan, validasi internal oleh ahli, serta validasi eksternal. Validasi melibatkan dua praktisi industri otomotif dan tiga guru produktif SMK. Data diperoleh melalui wawancara terstruktur, angket skala Likert, dan tes unjuk kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model yang dikembangkan dinilai layak diterapkan, dengan skor validasi 87,14% dari praktisi industri dan 77,78% dari guru SMK. Model ini terdiri atas lima tahapan dengan pembagian peran yang jelas antara guru, siswa, dan mitra industri. Secara keseluruhan, model ini berpotensi meningkatkan kesiapan kerja dan daya saing lulusan SMK di era Industri 4.0.
Copyrights © 2025