Penelitian ini membahas rancang bangun sistem pemantauan dan pengendalian kelembapan pada alat pengering bahan makanan berbasis Internet of Things (IoT) dengan mikrokontroler ESP32 sebagai pusat kendali. Sistem ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi proses pengeringan bahan pangan. Fokus pengujian dilakukan pada bahan temulawak (Curcuma xanthorrhiza) dan kunyit (Curcuma longa) dengan tujuan menjaga kualitas bahan serta mempercepat waktu pengeringan. Metode penelitian mencakup tahap perancangan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software), yang terdiri atas sensor suhu dan kelembapan (DHT22 dan thermocouple), modul AC Dimmer sebagai pengendali kipas exhaust, serta integrasi komunikasi data melalui protokol MQTT untuk pemantauan jarak jauh menggunakan aplikasi IoT MQTT Panel. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu mempertahankan suhu ruang pengering pada kisaran 60–63°C dengan kelembapan relatif antara 15–20%. Hasil pengujian menunjukkan waktu pengeringan rata-rata sebesar 37,4 menit untuk temulawak dan 65,2 menit untuk kunyit, dengan penurunan kadar air hingga di bawah 10%. Sistem pengendalian otomatis berhasil menyesuaikan kecepatan kipas sesuai perubahan kelembapan, sehingga proses pengeringan berlangsung stabil dan efisien. Selain itu, integrasi IoT memungkinkan pemantauan dan pengendalian secara real-time melalui perangkat seluler dengan tingkat keandalan transmisi data mencapai 100% dan rata-rata waktu tunda (delay) kurang dari 400 milidetik. Berdasarkan hasil tersebut, sistem yang dikembangkan terbukti efektif, adaptif, dan reliabel dalam menjaga kestabilan suhu serta kelembapan ruang pengering, sekaligus memberikan kemudahan dalam pemantauan jarak jauh. Dengan demikian, penelitian ini berkontribusi pada pengembangan teknologi pengeringan berbasis IoT. Sistem yang dihasilkan berpotensi diterapkan pada proses pascapanen bahan pangan dan tanaman herbal skala kecil hingga menengah.
Copyrights © 2025