Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGEMBANGAN DISCOVERABILITY PADA SISTEM DETEKSI BANJIR KIRIMAN MENGGUNAKAN PROTOKOL EDDYSTONE URL BERBASIS WEB OF THINGS Geraldhi Aditya Putra Mahayadnya; Gusti Rafi Afkariansyah; Franciscus Faust Hartanto; Marshelino Laksmana Syahjaya; Harianto Harianto
Antivirus : Jurnal Ilmiah Teknik Informatika Vol 15 No 2 (2021): November 2021
Publisher : Universitas Islam Balitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35457/antivirus.v15i2.1611

Abstract

Internet of Things technology in post-flood handling systems in Indonesia has been widely applied. Several previous studies have shown several approaches in creating a post-flood detection system, including using SMS and using the Web that using the MQTT protocol. However, among the existing detection systems there is not yet a discoverability system to allow users to interact quickly with the system. In this study, a Web of Things-based post-flood detection system was created with the MQTT communication protocol and the Eddystone URL discoverability protocol. Web applications that used on the Web of Things use a Progressive Web App to enable compatibility with mobile devices. The test results show that the use of MQTT in the post flood detection system has a latency of less than 200ms, the use of Eddystone URL as a discoverability protocol in the flood detection system shows a fairly good system response with 90% success in ten trials on the Eddystone URL protocol, and web application testing with Google Lighthouse showed an average score of 91 for mobile web applications and an average value of 96.75 for desktop web applications.
Perancangan dan implementasi sistem pemantauan serta pengendalian kelembapan pada alat pengering produk pangan berbasis IoT Diano Alfayied Fissabillillah; Harianto Harianto; Pauladie Susanto; Weny Indah Kusumawati
INFOTECH : Jurnal Informatika & Teknologi Vol 6 No 2 (2025): INFOTECH: Jurnal Informatika & Teknologi
Publisher : LPPMPK - Universitas Muhammadiyah Cileungsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37373/infotech.v6i2.1991

Abstract

Penelitian ini membahas rancang bangun sistem pemantauan dan pengendalian kelembapan pada alat pengering bahan makanan berbasis Internet of Things (IoT) dengan mikrokontroler ESP32 sebagai pusat kendali. Sistem ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi proses pengeringan bahan pangan. Fokus pengujian dilakukan pada bahan temulawak (Curcuma xanthorrhiza) dan kunyit (Curcuma longa) dengan tujuan menjaga kualitas bahan serta mempercepat waktu pengeringan. Metode penelitian mencakup tahap perancangan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software), yang terdiri atas sensor suhu dan kelembapan (DHT22 dan thermocouple), modul AC Dimmer sebagai pengendali kipas exhaust, serta integrasi komunikasi data melalui protokol MQTT untuk pemantauan jarak jauh menggunakan aplikasi IoT MQTT Panel. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu mempertahankan suhu ruang pengering pada kisaran 60–63°C dengan kelembapan relatif antara 15–20%. Hasil pengujian menunjukkan waktu pengeringan rata-rata sebesar 37,4 menit untuk temulawak dan 65,2 menit untuk kunyit, dengan penurunan kadar air hingga di bawah 10%. Sistem pengendalian otomatis berhasil menyesuaikan kecepatan kipas sesuai perubahan kelembapan, sehingga proses pengeringan berlangsung stabil dan efisien. Selain itu, integrasi IoT memungkinkan pemantauan dan pengendalian secara real-time melalui perangkat seluler dengan tingkat keandalan transmisi data mencapai 100% dan rata-rata waktu tunda (delay) kurang dari 400 milidetik. Berdasarkan hasil tersebut, sistem yang dikembangkan terbukti efektif, adaptif, dan reliabel dalam menjaga kestabilan suhu serta kelembapan ruang pengering, sekaligus memberikan kemudahan dalam pemantauan jarak jauh. Dengan demikian, penelitian ini berkontribusi pada pengembangan teknologi pengeringan berbasis IoT. Sistem yang dihasilkan berpotensi diterapkan pada proses pascapanen bahan pangan dan tanaman herbal skala kecil hingga menengah.