Keluarga yang memiliki anggota dengan gangguan jiwa sering mengalami stigma sosial, yang berdampak pada kondisi psikologis dan sosial mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi strategi coping stress yang digunakan oleh keluarga dalam menghadapi stigma sosial terhadap anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa. Pendekatan kualitatif dengan metode naratif digunakan untuk menggali pengalaman lima informan yang tinggal di Kota Sungai Penuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stigma sosial yang dialami keluarga mencakup penolakan, pengucilan, dan pelabelan negatif dari lingkungan sekitar. Dalam menghadapi tekanan tersebut, keluarga menggunakan dua bentuk utama strategi coping, yaitu emotion-focused coping dan problem-focused coping. Coping dilakukan secara bertahap, dimulai dari fase ketidakpercayaan, proses penyesuaian, hingga penerimaan kondisi anggota keluarga. Penelitian ini menegaskan bahwa strategi coping berkembang secara dinamis dan dipengaruhi oleh konteks sosial dan budaya. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi pengembangan layanan konseling keluarga yang lebih kontekstual dan berbasis naratif.
Copyrights © 2026