Penelitian ini dilatarbelakangi oleh SMA Negeri 2 Padang Panjang yang merupakan satu-satunya sekolah binaan program Gerakan Sekolah Sehat (GSS) tingkat SMA di Kota Padang Panjang, namun menunjukkan adanya kesenjangan antara tujuan ideal Gerakan Sekolah Sehat dengan realitas implementasi di lapangan. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi pelaksanaan program Gerakan Sekolah Sehat di SMA Negeri 2 Padang Panjang menggunakan model CIPP. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis studi kasus dengan menggunakan model CIPP (Context, Input, Process, dan Product). Teknik pemilihan informan menggunakan purposive sampling, kriteria dalam penelitian ini sudah diketahui oleh peneliti dengan pertimbangan informan yang terdiri dari kepala sekolah, wakil kurikulum, wakil kesiswaan, wakil sarana dan prasarana, tim GSS, guru, dan siswa dengan jumlah 20 orang. Teori yang digunakan adalah teori struktural fungsional oleh Talcott Parson dengan skema AGIL. Teknik pengumpulan menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Keabsahan data yang dilakukan dengan triangulasi data. Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data dari Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program ini belum berjalan optimal karena program ini bersifat top down. Dalam segi context sudah memenuhi standar program GSS dan sekolah sudah mampu menganalisis faktor-faktor pengimplementasian program. Komponen input sekolah sudah mampu merancang perencanaan namun terhambat oleh beberapa faktor. Komponen process belum berjalan optimal dan terdapat kendala dalam pelaksanaannya. Dan komponen product belum sesuai dengan hasil yang diharapkan dan memerlukan evaluasi dari pusat.
Copyrights © 2026