Gangguan emosi pada anak berdampak langsung pada keberlangsungan proses pembelajaran, sehingga memerlukan strategi penanganan yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi penanganan guru kepada anak yang mengalami gangguan emosi di Kota Samarinda. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus pada tiga Taman Kanak-Kanak dan satu Sekolah Luar Biasa. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara mendalam dengan guru kelas atau kepala sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menggunakan pendekatan humanis dan empatik melalui komunikasi, penguatan positif, konsisten, dan pengelolaan lingkungan belajar yang responsif. Namun, penanganan belum optimal karena keterbatasan tenaga pendamping, fasilitas pendukung, dan rasio siswa yang tinggi. Penelitian ini menegaskan pentingnya kerja sama yang berkelanjutan antara guru, orang tua, sekolah, dan dukungan kebijakan untuk penanganan gangguan emosi anak secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026