Rendahnya konsentrasi belajar masih menjadi permasalahan yang sering ditemukan dalam pembelajaran anak usia dini dan dapat menghambat ketercapaian tujuan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas metode ice breaking dalam meningkatkan konsentrasi belajar anak usia 5–6 tahun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode pre-eksperimental melalui desain one group pretest–posttest. Sampel penelitian terdiri atas 26 anak kelompok B yang ditentukan menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui tes konsentrasi belajar yang disusun berdasarkan indikator konsentrasi belajar anak usia dini dan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dengan bantuan perangkat lunak SPSS, karena data tidak berdistribusi normal dan jumlah sampel relatif kecil sehingga memerlukan uji statistik nonparametrik. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan konsentrasi belajar anak setelah penerapan metode ice breaking. Temuan ini mengindikasikan bahwa metode ice breaking berpotensi menjadi strategi pembelajaran yang mendukung peningkatan konsentrasi belajar anak usia dini, meskipun diperlukan penelitian lanjutan dengan desain yang lebih kuat untuk memperkuat generalisasi temuan.
Copyrights © 2026