Pelabuhan Perikanan Pantai (PPN) Tegalsari di Kota Tegal merupakan pelabuhan perikanan strategis di Pantai Utara Jawa dengan mobilitas kapal penangkap ikan yang tinggi, sehingga memerlukan sistem pelayanan administrasi keberangkatan yang akuntabel dan efisien. Surat Persetujuan Berlayar (SPB) sebagai dokumen legal yang diterbitkan oleh syahbandar berperan penting dalam menjamin keselamatan pelayaran dan kepastian hukum melalui pemenuhan persyaratan kelaiklautan kapal. Proses pengurusan SPB di PPN Tegalsari masih menghadapi kendala seperti keterlambatan verifikasi dokumen, antrean pelayanan, dan keterbatasan sistem daring yang memengaruhi ketepatan waktu keberangkatan kapal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat efektivitas penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam pengurusan SPB pada kapal perikanan di PPN Tegalsari, Kota Tegal. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik analisis SWOT guna mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang memengaruhi kinerja pelayanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi SOP penerbitan SPB secara umum telah berjalan cukup efektif dan mengacu pada Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 43 Tahun 2024. Analisis SWOT menempatkan organisasi pada Kuadran I, yang menunjukkan dominasi faktor kekuatan dan peluang dibandingkan kelemahan dan ancaman. Meskipun demikian, optimalisasi sarana prasarana, mitigasi potensi penumpukan kapal, serta penguatan sistem pelayanan tetap diperlukan guna meningkatkan kualitas, transparansi, dan keberlanjutan pelayanan penerbitan SPB.
Copyrights © 2026