Tuberkulosis (TB) peritonial merupakan bentuk TB ekstra paru yang sering menimbulkan kesulitan diagnostik karena manifestasi klinisnya tidak spesifik dan dapat menyerupai keganasan intra-abdomen, terutama kanker ovarium dengan peningkatan penanda tumor CA-125. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tantangan diagnostik TB peritonial pada pasien imunokompeten dengan peningkatan CA-125 serta mengidentifikasi karakteristik klinis dan penunjang yang mendukung diagnosis. Metode yang digunakan adalah laporan kasus pada seorang pasien perempuan usia 25 tahun dengan keluhan nyeri perut, asites, demam, dan penurunan berat badan. Pemeriksaan dilakukan melalui anamnesis, pemeriksaan fisik, laboratorium, radiologi, dan analisis cairan asites. Hasil menunjukkan adanya peningkatan CA-125, temuan radiologis yang mengarah pada TB paru dan TB peritonial, serta kadar adenosin deaminase (ADA) yang tinggi pada cairan asites tanpa ditemukan sel ganas. Pasien mendapatkan terapi OAT dan menunjukkan perbaikan klinis yang signifikan. Kesimpulannya, diagnosis TB peritonial tidak dapat ditegakkan hanya berdasarkan satu parameter seperti CA-125, melainkan memerlukan pendekatan komprehensif yang mengintegrasikan berbagai temuan klinis dan penunjang untuk meningkatkan akurasi diagnosis dan mencegah kesalahan terapi.
Copyrights © 2026