Penelitian ini bermula dari situasi pembelajaran yang terjadi di PAUD Cemerlang, khususnya dalam aspek kemampuan berpikir simbolik. Saat ini proses pembelajaran masih mengandalkan metode konvensional dengan penggunaan media trsdisional seperti jari tangan, majalaj dan batu kerikil, setra lebih cenderung berpusat pada peran guru untuk meningkatkan kemampuan berpikir simbolik, penting adanya stimulus yang dapat merangsang kemampuan ini. kemampuan berpikir simbolik adalah tahap dalam pembelajaran yang berkaitan dengan pengalaman symbol atau lambang. Salah satu cara untuk meningkatkan kemampuan berpikir simbolik adalah melalui penggunaan media pembelajaran yang inovatif dan menghibur, seperti permainan congklak. Tahap dari penelitian ini adalah untuk menginvestigasi proses dan peningkatan kemampuan berpikir simbolik anak-anak setelah mereka menggunakan media permainan congklak. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model desain yang di kembangkan oleh Kemmis dan Mctaggar. Subjek penelitian yaitu kelompok B di PAUD Cemerlang sebanyak 19 orang anak. Teknik penumpulan data petelitian menggunkan observasi dan analisis mengunakan deskriftif kuantitatif dan bentuk persentase. Hal ini dapat dilihat dari meningkatnya hasil persentase pada siklus I pertemuan satu dengan hasil persentase 41,8% dengan kategori (MB), dan hasil akhir pada nilai persentase siklus II pertemuan tiga dengn hasil persentase 81,8% dengan kategori (BSB). This research was initiated by the current learning conditions at PAUD Cemerlang, specifically regarding the development of symbolic thinking skills. The existing learning process heavily relies on conventional methods and traditional media such as textbooks, magazines, and physical objects—while remaining predominantly teacher-centered. Given the importance of effective stimuli for cognitive development, innovative and engaging media are required to enhance children's symbolic thinking, which involves the ability to recognize and relate to symbols. This study investigates the implementation of the "Congklak" game as an alternative learning medium. Utilizing Classroom Action Research (CAR) based on the Kemmis and McTaggart model, the study involved 19 children from Group B at PAUD Cemerlang. Data were collected through observation and analyzed using descriptive quantitative techniques and percentage calculations. The findings indicate a significant improvement in children's symbolic thinking skills; the initial percentage of 41.8% in the first meeting of Cycle I increased to 81.8% by the third meeting of Cycle II. These results demonstrate that the use of Congklak effectively stimulates symbolic thinking abilities in early childhood education.
Copyrights © 2026