Bencana longsor di Toraja Utara berdampak pada kondisi psikososial anak sekolah dasar, yang mengalami kesedihan, ketakutan, dan penurunan semangat belajar, sehingga diperlukan intervensi psikoedukatif yang kontekstual dan berbasis budaya lokal. Kegiatan ini difokuskan pada tahap analisis kebutuhan sebagai langkah awal pelaksanaan program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). Pengumpulan data dilakukan di SDN Buntao dengan melibatkan 14 guru, 1 kepala sekolah, 29 siswa, 1 tokoh adat, dan 1 lurah. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui FGD, wawancara, observasi, dan kuesioner. Hasil analisis menunjukkan bahwa anak-anak membutuhkan dukungan psikososial berbasis media yang menarik dan mudah dipahami. Guru dan masyarakat menilai pentingnya penguatan nilai-nilai budaya lokal seperti gotong royong, musik Toraja, dan simbol rumah adat Tongkonan untuk membangun semangat kebersamaan dan harapan. Oleh karena itu, pengembangan video animasi psikoedukatif berbasis budaya Toraja direkomendasikan sebagai media yang potensial untuk membantu anak-anak pulih secara emosional, sosial, dan spiritual pasca bencana.
Copyrights © 2026