Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh beauty influencer, digital marketing, dan electronic word of mouth terhadap keputusan pembelian produk skincare Skintific di Surakarta. Industri kecantikan di Indonesia yang terus berkembang pesat, ditandai dengan tingginya persaingan antar merek skincare baik lokal maupun internasional, mendorong perusahaan untuk mengimplementasikan strategi pemasaran yang efektif. Skintific sebagai merek skincare yang relatif baru namun berhasil menempati posisi teratas pangsa pasar e-commerce Indonesia, menjadi objek menarik untuk diteliti. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pelanggan Skintific di Surakarta. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 100 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner online (Google Form) dan dianalisis menggunakan analisis regresi linear berganda dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Beauty influencer tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian produk Skintific (p-value = 0,340 > 0,05); (2) Digital marketing berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian produk Skintific (p-value = 0,003 < 0,05); dan (3) Electronic word of mouth berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian produk Skintific (p-value = 0,000 < 0,05). Nilai koefisien determinasi (Adjusted R²) sebesar 0,513 menunjukkan bahwa ketiga variabel independen mampu menjelaskan 51,3% variasi keputusan pembelian, sedangkan sisanya 48,7% dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan bagi produsen Skintific untuk memfokuskan strategi pemasaran pada penguatan digital marketing dan mengoptimalkan electronic word of mouth dari konsumen nyata, serta tidak terlalu bergantung pada beauty influencer sebagai strategi utama..
Copyrights © 2026