Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Pengaruh Beauty influencer, Digital Marketing, dan Electronic Word of Mouth Terhadap Keputusan Pembelian Produk Skincare Skintific Sinta Natasya H; Rizky Ramadhan Aprian Aditama
JURNAL ILMIAH EKONOMI DAN MANAJEMEN Vol. 4 No. 4 (2026): April
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jiem.v4i4.9416

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh beauty influencer, digital marketing, dan electronic word of mouth terhadap keputusan pembelian produk skincare Skintific di Surakarta. Industri kecantikan di Indonesia yang terus berkembang pesat, ditandai dengan tingginya persaingan antar merek skincare baik lokal maupun internasional, mendorong perusahaan untuk mengimplementasikan strategi pemasaran yang efektif. Skintific sebagai merek skincare yang relatif baru namun berhasil menempati posisi teratas pangsa pasar e-commerce Indonesia, menjadi objek menarik untuk diteliti. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pelanggan Skintific di Surakarta. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 100 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner online (Google Form) dan dianalisis menggunakan analisis regresi linear berganda dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Beauty influencer tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian produk Skintific (p-value = 0,340 > 0,05); (2) Digital marketing berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian produk Skintific (p-value = 0,003 < 0,05); dan (3) Electronic word of mouth berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian produk Skintific (p-value = 0,000 < 0,05). Nilai koefisien determinasi (Adjusted R²) sebesar 0,513 menunjukkan bahwa ketiga variabel independen mampu menjelaskan 51,3% variasi keputusan pembelian, sedangkan sisanya 48,7% dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan bagi produsen Skintific untuk memfokuskan strategi pemasaran pada penguatan digital marketing dan mengoptimalkan electronic word of mouth dari konsumen nyata, serta tidak terlalu bergantung pada beauty influencer sebagai strategi utama..
Pengalaman, Soft Skill, dan Efikasi Diri terhadap Kesiapan Kerja Mahasiswa di Kota Surakarta: Pnenelitian msdm Septian Adhi Nugroho; Herdhani Nafisa; Andriyant Diva Ramadhani; Rizky Ramadhan Aprian Aditama
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 2 (2026): Maret - Juni
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i2.11122

Abstract

Di tengah akselerasi transformasi digital yang memicu ketatnya persaingan di dunia kerja, penelitian kuantitatif dengan desain explanatory research ini bertujuan mengevaluasi kesiapan kerja mahasiswa program sarjana di Kota Surakarta. Dengan melibatkan 150 responden aktif yang dijaring melalui purposive sampling, pengumpulan data dilakukan via kuesioner terstruktur skala Likert dan diolah menggunakan analisis regresi linier berganda pada IBM SPSS. Temuan empiris menunjukkan bahwa pengalaman, soft skill, dan efikasi diri berpengaruh positif serta signifikan secara parsial maupun simultan terhadap kesiapan kerja. Secara spesifik, soft skill menjadi kontributor paling dominan (β = 0,414), baru kemudian disusul oleh efikasi diri (β = 0,383) dan pengalaman (β = 0,366). Kontribusi simultan dari seluruh variabel independen ini mencapai 44,4% (R2 = 0,444) dengan nilai Fhitung = 38,774 (p = 0,000). Studi ini membuktikan bahwa kesiapan kerja bersifat multidimensi, di mana aspek interpersonal dan keyakinan kapasitas diri memegang peran krusial selain pengalaman praktis. Oleh karena itu, perguruan tinggi perlu mereformasi kurikulum secara berkelanjutan dengan menitikberatkan pada pengembangan aspek keahlian non-teknis serta kepercayaan diri mahasiswa.
Optimasi Persediaan Bahan Baku Telur Ayam Menggunakan Metode Economic Order Quantity (EOQ) pada Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Aletha Teethalia Putri Widodo; Riska Rachmawati; Aditya Alimmaulana Agustian; Maylina Cahyaningtyas; Rizky Ramadhan Aprian Aditama
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.10923

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis optimalisasi persediaan bahan baku telur ayam pada Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui penerapan metode Economic Order Quantity (EOQ). Pengelolaan persediaan yang tepat diperlukan karena telur merupakan bahan pangan dengan tingkat penggunaan tinggi, masa simpan terbatas, dan risiko penurunan mutu apabila disimpan dalam jumlah berlebihan. Penelitian dilaksanakan pada salah satu satuan pelayanan MBG di Daerah Istimewa Yogyakarta yang disamarkan sebagai MBG X. Pendekatan penelitian menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi mengenai kebutuhan tahunan, frekuensi pembelian, biaya pemesanan, serta biaya penyimpanan. Analisis dilakukan dengan menghitung jumlah pemesanan ekonomis, frekuensi pemesanan optimal, Total Inventory Cost (TIC), dan persentase efisiensi biaya. Hasil penelitian menunjukkan kebutuhan telur mencapai 792.000 butir per tahun. Berdasarkan perhitungan EOQ, jumlah pemesanan optimal adalah 62.929 butir setiap pesanan dengan frekuensi 13 kali per tahun. Penerapan metode tersebut menghasilkan TIC sebesar Rp12.585.900, lebih rendah dibandingkan biaya persediaan sebelumnya sebesar Rp15.300.000. Dengan demikian, penghematan yang diperoleh mencapai Rp2.714.100 atau 17,74 persen. Temuan ini menunjukkan bahwa EOQ mampu menyeimbangkan biaya pemesanan dan penyimpanan, mengurangi frekuensi pengadaan, serta meningkatkan efisiensi pengelolaan persediaan. Penerapannya tetap perlu disertai pengendalian kualitas, kapasitas penyimpanan yang memadai, dan penyesuaian terhadap fluktuasi permintaan agar kontinuitas pelayanan Program MBG tetap terjaga.
Pengaruh Work Life Balance, Beban Kerja, dan Lingkungan Kerja terhadap Turnover Intention pada Karyawan Generasi Z di Surakarta Felixza Faimica Arsetyafna; Muhammad Rifqy Ananda; Nurul Aprilia Fitri; Rizky Ramadhan Aprian Aditama
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.11123

Abstract

Tingginya turnover intention pada karyawan Generasi Z menjadi perhatian penting bagi organisasi karena berpotensi meningkatkan biaya rekrutmen dan pelatihan serta mengganggu stabilitas sumber daya manusia. Generasi Z cenderung menempatkan keseimbangan kehidupan kerja, fleksibilitas, beban kerja yang proporsional, dan kenyamanan lingkungan sebagai pertimbangan dalam mempertahankan pekerjaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh work life balance, beban kerja, dan lingkungan kerja terhadap turnover intention pada karyawan Generasi Z di Surakarta. Landasan penelitian menggunakan Social Exchange Theory, teori Turnover Intention, dan Job Demands-Resources Theory. Penelitian menerapkan pendekatan kuantitatif dengan desain explanatory research. Data dikumpulkan melalui kuesioner berskala Likert kepada 100 karyawan Generasi Z yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, kemudian dianalisis melalui uji validitas, reliabilitas, asumsi klasik, regresi linear berganda, uji t, uji F, dan koefisien determinasi dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa work life balance berpengaruh signifikan terhadap turnover intention dengan nilai t sebesar 4,554 dan signifikansi 0,000. Beban kerja juga berpengaruh signifikan dengan nilai t sebesar 4,577 dan signifikansi 0,000, sedangkan lingkungan kerja tidak berpengaruh signifikan dengan nilai t sebesar 0,350 dan signifikansi 0,727. Secara simultan, ketiga variabel berpengaruh signifikan dengan nilai F sebesar 16,169 dan signifikansi 0,000. Nilai Adjusted R-square sebesar 0,315 menunjukkan bahwa model menjelaskan 31,5% variasi turnover intention. Temuan ini menegaskan pentingnya pengelolaan work life balance dan beban kerja secara proporsional untuk membantu organisasi mengendalikan kecenderungan perpindahan karyawan Generasi Z.
Pengaruh Financial Technology, Literasi Keuangan, dan Self-Control terhadap Perilaku Konsumtif Generasi Z di Kota Surakarta Naswa Aulia Rahmawati; Cindy Avionica; Thera Puspita Ningrum; Rizky Ramadhan Aprian Aditama
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.11247

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mengubah pola transaksi dan perilaku konsumsi masyarakat, khususnya Generasi Z yang memiliki tingkat adaptasi tinggi terhadap layanan keuangan berbasis teknologi. Kemudahan penggunaan financial technology berpotensi meningkatkan perilaku konsumtif apabila tidak diimbangi dengan literasi keuangan dan self-control yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh financial technology, literasi keuangan, dan self-control terhadap perilaku konsumtif Generasi Z di Kota Surakarta. Penelitian ini menggunakan Theory of Planned Behavior sebagai grand theory dan Consumer Behavior Theory sebagai middle theory. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif asosiatif. Data diperoleh melalui kuesioner kepada 100 responden Generasi Z di Kota Surakarta dengan teknik purposive sampling, dan dianalisis menggunakan IBM SPSS Statistics melalui statistik deskriptif, uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, dan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa financial technology berpengaruh positif terhadap perilaku konsumtif, sedangkan literasi keuangan dan self-control berpengaruh negatif dalam menurunkan perilaku konsumtif. Selain itu, ketiga variabel secara simultan memengaruhi perilaku konsumtif Generasi Z di Kota Surakarta, dengan self-control sebagai faktor yang paling dominan. Penelitian ini menunjukkan bahwa keseimbangan antara pemanfaatan teknologi keuangan, kemampuan pengelolaan keuangan, dan pengendalian diri menjadi faktor penting dalam membentuk perilaku konsumsi yang lebih bijaksana di era digital.
Pengaruh Pengembangan Karir, Work-Life Balance, dan Flexible Working Arrangement terhadap Intention to Stay pada Karyawan Generasi Z di Shopee Solo Technopark Anggun Aliya Ramadhani; Dita Permata Kusumaningrum; Wahyu Ratnasari; Rizky Ramadhan Aprian Aditama
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1376

Abstract

Tingginya kecenderungan perpindahan kerja pada karyawan Generasi Z telah dipandang sebagai tantangan bagi organisasi dalam mempertahankan keberlangsungan sumber daya manusia yang kompeten. Penelitian ini dilakukan untuk menguji pengaruh pengembangan karier, work-life balance, dan flexible work arrangement terhadap intention to stay pada karyawan Generasi Z di Shopee Solo Technopark. Pendekatan kuantitatif dengan desain eksplanatori diterapkan melalui penyebaran kuesioner berskala Likert kepada 160 responden. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan IBM SPSS Statistics melalui pengujian instrumen, uji asumsi klasik, serta analisis regresi linear berganda. Hasil analisis menunjukkan bahwa pengembangan karier, work-life balance, dan flexible work arrangement terbukti memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap intention to stay, baik secara parsial maupun simultan. Kontribusi terbesar ditunjukkan oleh pengembangan karier, kemudian diikuti oleh work-life balance dan flexible work arrangement. Secara bersama-sama, ketiga variabel mampu menjelaskan sebesar 38,5% variasi intention to stay dengan nilai F-hitung sebesar 32,539. Temuan tersebut mengindikasikan bahwa peningkatan retensi karyawan Generasi Z perlu didukung melalui pengembangan jalur karier yang terarah, keseimbangan kehidupan kerja yang memadai, serta penerapan sistem kerja fleksibel yang adaptif.Kata Kunci: Pengembangan Karier, Work-Life Balance, Flexible Work Arrangement, Intention to Stay, Generasi Z.
Pengaruh Literasi Keuangan dan Akses Pembiayaan Terhadap Strategi Pengelolaan Keuangan pada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Di Kota Surakarta Fadiya Aulia Lewani; Aditia Fajar Pratama; Rizky Ramadhan Aprian Aditama
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1437

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi keuangan dan akses pembiayaan terhadap strategi pengelolaan keuangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Surakarta. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif. Populasi penelitian adalah seluruh pelaku UMKM yang tercatat di Dinas Koperasi, UKM, dan Perindustrian Kota Surakarta sebanyak 17.419 unit usaha, dengan jumlah sampel sebanyak 391 responden yang diperoleh melalui teknik purposive sampling menggunakan rumus Slovin. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan software SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap strategi pengelolaan keuangan UMKM (t hitung = 19,980; sig. = 0,000), akses pembiayaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap strategi pengelolaan keuangan UMKM (t hitung = 9,723; sig. = 0,000), serta secara simultan kedua variabel berpengaruh signifikan terhadap strategi pengelolaan keuangan (F hitung = 275,259; sig. = 0,000). Koefisien determinasi (R²) sebesar 0,581 menunjukkan bahwa literasi keuangan dan akses pembiayaan mampu menjelaskan 58,1% variasi strategi pengelolaan keuangan UMKM. Literasi keuangan merupakan variabel yang paling dominan berdasarkan nilai Standardized Coefficients Beta sebesar 0,654. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa penguatan literasi keuangan dan perluasan akses pembiayaan merupakan dua strategi kunci dalam meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan UMKM di Kota Surakarta.