Perkembangan Society 5.0 membawa perubahan besar dalam kehidupan manusia, termasuk dalam dunia pendidikan. Kemajuan teknologi digital yang masif memberikan kemudahan akses informasi, namun di sisi lain juga menimbulkan tantangan serius terhadap pembentukan karakter anak, seperti menurunnya etika, lemahnya kontrol diri, serta berkurangnya interaksi sosial yang bermakna. Fokus kajian ini secara khusus menempatkan anak sebagai subjek utama pendidikan karakter di tengah transformasi digital era Society 5.0. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana tantangan penguatan karakter anak di era Society 5.0, bagaimana konsep penguatan karakter dalam perspektif pendidikan Islam, bagaimana strategi pendidikan inovatif berbasis nilai-nilai Islam, serta bagaimana integrasi antara strategi pendidikan inovatif dan nilai-nilai pendidikan Islam dalam penguatan karakter anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan. Data diperoleh dari buku , jurnal ilmiah dan artikel yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan metode deskriptif analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan Islam memiliki konsep penguatan karakter yang komprehensif melalui keteladanan (uswah hasanah), pembiasaan akhlak mulia, serta integrasi iman, ilmu, dan amal. Strategi pendidikan inovatif yang relevan di era Society 5.0 meliputi integrasi teknologi dengan nilai spiritual, pembelajaran berbasis keteladanan, serta kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat. Dengan demikian, penguatan karakter anak memerlukan pendekatan holistik yang memadukan kemajuan teknologi dan nilai-nilai Islam
Copyrights © 2026