Tujuan dari dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat berpikir kritis siswa yang ditinjau dari gaya belajarnya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek dari penelitian ini adalah siswa kelas VIII di sebuah SMP Negeri di Denpasar. Banyak siswa yang terlibat dalam penelitian ini sebanyak 184 siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner, tes tertulis dan wawancara. Instrumen kuesioner digunakan untuk menentukan gaya belajar dan untuk menentukan tingkat berpikir kritis menggunakan instrumen tes tertulis. Instrumen wawancara digunakan untuk mengetahui lebih dalam terkait gaya belajar yang dimiliki oleh siswa dengan mengambil dua siswa untuk setiap gaya belajar. Analisis data kuesioner digunakan untuk mengetahui gaya belajar dan tes tertulis dianalisis sesuai indikator kemampuan berpikir kritis yakni interpretasi, analisis, evaluasi, dan inferensi. Sedangkan hasil wawancara direduksi berdasarkan teknik Bogdan Biklen. Hasil penelitian dari 184 siswa diperoleh sebanyak 21 siswa dengan gaya belajar visual memiliki tingkat kemampuan berpikir kritis tinggi (64,58%), sebanyak 76 siswa dengan gaya belajar auditorial memiliki tingkat kemampuan berpikir kritis tinggi (65,30%), sebanyak 67 siswa dengan gaya belajar kinestetik memiliki tingkat kemampuan berpikir kritis tinggi (64,93%), sebanyak 4 siswa dengan gaya belajar visual-kinestetik memiliki tingkat kemampuan berpikir kritis tinggi (68,75%), sebanyak 11 siswa dengan gaya belajar auditorial-kinestetik memiliki tingkat kemampuan berpikir kritis sedang (56,82%), dan sebanyak 5 siswa dengan gaya belajar visual-auditorial memiliki tingkat kemampuan berpikir kritis tinggi (77,50%).
Copyrights © 2026