Penelitian ini bertujuan menganalisis praktik tradisi maccera pada kendaraan baru dalam masyarakat Bugis serta mengungkap makna simbolik, fungsi sosial, dan nilai budaya yang terkandung di dalamnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan antropologi budaya dan semiotika. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi dengan melibatkan pemilik kendaraan serta tokoh masyarakat yang memahami ritual tersebut. Analisis dilakukan secara induktif melalui reduksi data, penyajian, dan penarikan kesimpulan untuk menafsirkan makna simbolik ritual.Hasil penelitian menunjukkan ritual maccera dilakukan dengan mengambil darah dari jengger ayam, lalu dioleskan pada bagian kendaraan seperti kunci, stop kontak, ban depan, dan ban belakang. Ritual diawali dengan pembacaan doa-doa Islam, seperti Surah Al-Fatihah dan dzikir, diikuti ungkapan harapan keselamatan dalam bahasa Bugis. Setiap unsur ritual memiliki makna simbolik terkait perlindungan, keselamatan, dan keberkahan bagi pemilik kendaraan.Praktik ini menunjukkan integrasi nilai budaya lokal dan nilai religius serta mencerminkan transformasi simbolik tradisi Bugis dalam konteks modern. Penelitian ini memperkaya kajian antropologi budaya mengenai adaptasi tradisi lokal, di mana ritual yang sebelumnya terkait objek tradisional kini diterapkan pada kendaraan modern tanpa menghilangkan nilai budaya yang mendasarinya.
Copyrights © 2026