Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana penggunaan teknologi informasi yang ada di daerah perdesaan khususnya penggunaan sistem akuntansi pada lembaga badan usaha milik informasi desa (BUMDes) di Desa Gedangan, Cepogo, Boyolali, Jawa Tengah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan melakukan observasi dan wawancara. Hal ini diperoleh hasil bahwasanya pada lembaga badan usaha milik desa (BUMDes) masih menggunakan manual akuntansi dimana pada pencatatan akuntansi manual akan memiliki resiko kehilangan data akuntansi keuangan lebih besar dibandingkan dengan menggunakan sistem akuntansi akuntansi yang sudah terkomputerisasi. Selain itu juga pegawai BUMDes di desa Gedangan bukan berasal dari rumpun ilmu akutansi sehingga dengan adanya pengabdian masyarakat ini dimana dalam pengabdian masyarakat memperkenalkan sistem akuntansi yang sudah terkomputerisasi seperti halnya Zahir Accounting 6 diharapkan mampu memberikan solusi atau masukan kepada BUMDes desa Gedangan, Cepogo, Boyolali, Jawa Tengah dalam melakukan pencatatan keuangan BUMDes yang terkomputerisasi. Selain itu, zahir akuntansi 6 ini mudah digunakan meskipun bukan berasal dari rumpun ilmu akuntansi.
Copyrights © 2024