Abstract: Permasalahan dalam budidaya tanaman pertanian terutama adalah adanya serangan hama dan penyakit tanaman. Petani selalu menggunakan pestisida kimia untuk mengendalikannya, namun, penggunaan yang tidak bijaksana dapat menyebabkan dampak negatif. Alternatif pengendalian yang aman dan ramah lingkungan diperlukan, salah satunya menggunakan pestisida organik berbasis metabolit sekunder mikroba antagonis. Pengetahuan akan pembuatan dan aplikasi pestisida organik masih belum dikenal oleh petani muda dari daerah tertinggal, sehingga perlu dilakukan pelatihan pembuatan pestisida organik dan cara aplikasinya. Pelatihan dilakukan selama satu hari dengan pendampingan selama tiga bulan, di training center Desa Sumberjati, Kecamatan Jatiroto, kabupaten Mojokerto, yang diikuti 12 petani muda dari Nusa Tenggara Timur, Pulau Nias, dan Kalimantan Barat. Pelatihan diberikan dalam bentuk pemberian materi terkait pesitida organik dan aplikasinya, pengenalan mikroba antagonis, pembuatan pestisida organik secara praktis, pembuatan alat infus sederhana, dan cara aplikasi pestisida organik ke tanaman buah. Hasil pelatihan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan ketrampilan peserta terkait materi yang diberikan. Pemahaman akan hama dan penyakit tanaman, dampak negatif pestisida kimia, peran penting pestisida organik, pembuatan pestisida organik secara mudah dan praktis, dan aplikasinya pada tanaman budidaya dapat diterima dan dipraktikkan. Pelatihan pembuatan alat infus sederhana dapat dipraktikkan dengan mudah. Pengetahuan dan ketrampilan peserta dapat sebagai bekal untuk dipraktikkan dan ditularkan ke petani lainnya ketika peserta Kembali ke daerah masing-masing.
Copyrights © 2026