Prediksi parameter atmosfer-oseanografi yang akurat sangat penting untuk mitigasi risiko di wilayah pesisir dan aktivitas kelautan. Penelitian ini membandingkan efektivitas Grid Search dan Randomized Search dalam optimasi hyperparameter XGBoost untuk prediksi multioutput lima parameter cuaca dan laut, yaitu kecepatan angin, arah angin, kelembaban relatif, suhu permukaan laut, dan tinggi muka air menggunakan data Automatic Weather Station BMKG periode 2022-2025 pada stasiun Merak, Ciwandan, dan Bakauheni. Penelitian meliputi tahapan pengumpulan data, ekstraksi fitur temporal, pembersihan data, pemisahan fitur-target, pembagian data latih-uji, normalisasi, pelatihan model, hyperparameter tuning, dan evaluasi menggunakan metrik R². Hasil menunjukkan kedua metode menghasilkan akurasi tinggi dengan nilai R² berada pada rentang 0,7214 hingga 0,9916. Perbedaan akurasi antar metode relatif kecil, dengan selisih R² terbesar 0,0152 pada variabel arah angin. Meskipun demikian, Randomized Search menunjukkan keunggulan signifikan dari sisi efisiensi komputasi dengan waktu eksekusi hingga 7,5 kali lebih cepat dibandingkan Grid Search, yaitu 38,3 detik dibandingkan 285,6 detik pada variabel kecepatan angin. Selain itu, proses optimasi hyperparameter terbukti meningkatan kinerja model dibandingan konfigurasi baseline, dengan peningkatan nilai R² arah angin dari 0,6137 menjadi 0,7366. Berdasarkan keseimbangan antara akurasi dan efisiensi komputasi, Randomized Search direkomendasikan sebagai optimasi hyperparameter untuk model XGBoost multioutput pada data kompleks dan berdimensi tinggi.
Copyrights © 2026