Bakteri patogen pangan masih menjadi perhatian utama dalam bidang kesehatan masyarakat karena kontaminasi yang terjadi selama proses produksi, penanganan, maupun distribusi dapat menurunkan keamanan pangan serta menimbulkan penyakit hingga kematian. Faktor-faktor seperti sanitasi yang tidak memadai, kontaminasi silang, dan kondisi penyimpanan yang tidak higienis berperan penting dalam mendukung pertumbuhan bakteri pada produk pangan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi keberadaan Escherichia coli pada ikan kakap (Lutjanus sp.) dan Staphylococcus aureus pada ikan tenggiri (Scomberomorus sp.), dua jenis ikan laut yang umum dikonsumsi di Indonesia. Deteksi E. coli dilakukan melalui serangkaian uji pendugaan, penegasan, dan penyempurnaan, diikuti dengan identifikasi biokimia menggunakan uji indol, methyl red, Voges-Proskauer, dan sitrat. Sementara itu, identifikasi S. aureus meliputi uji isolasi, koagulase, katalase, fermentasi glukosa dan manitol secara anaerob, serta pewarnaan Gram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua jenis bakteri tersebut tidak terdeteksi pada seluruh sampel ikan yang diuji, sehingga dinyatakan memenuhi standar keamanan pangan secara mikrobiologis. Temuan ini menegaskan bahwa penerapan praktik higienitas dan sanitasi yang baik selama tahap pascapanen dan distribusi berperan penting dalam mencegah kontaminasi bakteri pada produk perikanan. Pemantauan rutin dan penerapan standar keamanan pangan diperlukan untuk menjaga mutu serta keamanan produk ikan dalam rantai pasok.
Copyrights © 2026