Penelitian ini membahas proses masuknya Islam ke Asia Tenggara serta dinamika penyebarannya di berbagai wilayah kepulauan Melayu. Islamisasi di kawasan ini merupakan hasil interaksi panjang melalui jaringan perdagangan internasional yang menghubungkan Timur Tengah, India, Persia, dan Nusantara. Berbagai teori seperti Teori Gujarat, Teori Arab, dan Teori Persia menunjukkan bahwa Islam tidak berasal dari satu sumber tunggal, melainkan menyebar melalui jalur laut yang melibatkan pedagang, ilmuwan, dan komunitas Muslim dari berbagai daerah. Proses penyebarannya berlangsung melalui hubungan dagang, perkawinan, dakwah para sufi dan ulama, serta peran institusi pendidikan dan kesusastraan Melayu-Islam. Selain itu, kehadiran kerajaan-kerajaan Islam khususnya Kesultanan Malaka mempercepat ekspansi Islam melalui kebijakan politik, fungsi pelabuhan internasional, serta penggunaan bahasa Melayu sebagai lingua franca yang memudahkan penyebaran ajaran agama. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa keberhasilan Islamisasi di Asia Tenggara tidak hanya ditentukan oleh aspek religius, Namun, hal ini juga dipengaruhi oleh faktor sosial, ekonomi, budaya, dan politik yang saling terkait. Oleh karena itu, proses masuknya dan penyebaran Islam di wilayah ini menunjukkan integrasi yang harmonis antara jaringan perdagangan global dan adaptasi nilai-nilai Islam terhadap budaya lokal.
Copyrights © 2026