Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji bagaimana objek wisata Hanferland memengaruhi prospek perusahaan UMKM, khususnya dalam hal peningkatan pendapatan dan pertumbuhan bisnis. Analisis regresi linier sederhana digunakan dalam teknik kuantitatif penelitian ini. 65 UMKM di wilayah pariwisata Hanferland membentuk populasi penelitian. Karena pengambilan sampel dilakukan dengan teknik sensus, seluruh populasi dijadikan sampel. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan penyebaran kuesioner tertutup dengan skala Likert. Validitas, reliabilitas, normalitas, regresi linier sederhana, uji t, dan koefisien determinasi (R²) kemudian digunakan untuk menguji data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa destinasi wisata Hanferland berpengaruh positif dan signifikan terhadap peluang usaha UMKM. Hal ini ditunjukkan oleh nilai koefisien regresi sebesar 0,406 dengan tingkat signifikansi 0,000 (p < 0,05). Selanjutnya, keberadaan destinasi wisata Hanferland memengaruhi 36,4% variasi peluang usaha UMKM, berdasarkan nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,364. Variasi yang tersisa dipengaruhi oleh faktor-faktor lain di luar model penelitian, seperti modal usaha, daya inovasi pelaku UMKM, dan dukungan kebijakan pemerintah. Kesimpulan penelitian ini adalah Hanferland berfungsi sebagai destinasi wisata sekaligus katalisator pertumbuhan ekonomi lokal, khususnya bagi UMKM di Desa Binamang. Oleh karena itu, disarankan agar pemerintah daerah dan pengelola destinasi wisata terus meningkatkan kualitas infrastruktur, intensitas promosi, serta program pemberdayaan dan pendampingan UMKM secara berkelanjutan agar tercipta pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.
Copyrights © 2026