Penelitian ini bertujuan untuk menguji kembali relevansi pertumbuhan ekonomi dalam menurunkan kemiskinan di Indonesia dengan menekankan peran pembangunan manusia. Penelitian menggunakan data penampang lintang tingkat provinsi tahun 2024 yang bersumber dari Badan Pusat Statistik dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Hasil estimasi menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat kemiskinan, yang mengindikasikan bahwa pertumbuhan yang terjadi belum bersifat inklusif dan belum mampu menjangkau kelompok masyarakat miskin secara efektif. Sebaliknya, IPM berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kemiskinan, menegaskan bahwa peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, dan standar hidup memiliki peran langsung dalam menurunkan kemiskinan antarprovinsi. Secara simultan, pertumbuhan ekonomi dan IPM berpengaruh signifikan terhadap kemiskinan dengan nilai koefisien determinasi sebesar 0,43, yang menunjukkan bahwa kedua variabel tersebut mampu menjelaskan 43 persen variasi tingkat kemiskinan di Indonesia. Temuan ini menegaskan bahwa penurunan kemiskinan lebih efektif dicapai melalui penguatan pembangunan manusia dibandingkan mengandalkan pertumbuhan ekonomi semata. Oleh karena itu, kebijakan pengentasan kemiskinan perlu diarahkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pengurangan ketimpangan regional guna mendorong pertumbuhan yang lebih inklusif dan berkelanjutan
Copyrights © 2026