Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Evaluasi Status Keberlanjutan Budidaya Rumput Laut Di Kecamatan Pasikolaga Kabupaten Muna (Pendekatan Rapfish- Multi Dimensional Scaling) La Ode Muhammad Iksan Yusuf; Ahyar Ismail; Nuva Nuva
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 21, No 1 (2023): January 2023
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.21.1.150-158

Abstract

Produksi rumput laut tertinggi Kabupaten Muna berlokasi di Kecamatan Pasikolaga, mayoritas masyarakat bekerja sebagai pembudidaya rumput laut, maka dalam menjaga mata pencaharian masyarakat setempat, diperlukan pemahaman tentang aspek keberlanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis status keberlanjutan budidaya rumput laut melalui pendekatan lima dimensi: ekonomi, ekologi, sosial budaya, teknologi dan kelembagaan. Data yang digunakan dalam penelitian ini mengunakan data primer dan sekunder, data primer diperoleh dari ketua kelompok budidaya dengan cara sensus, sedangkan data sekunder diperoleh dari BPS dan jurnal. Teknik analisis yang digunakan Rapfish Multi Dimensional Scaling. Dari hasil analisis dari indeks  keberlanjutan dengan skor 37,51 artinya kegiatan budidaya rumput memiliki status kurang berkelanjutan. Antribut sensitif tertinggi hasil analisis Leverage Root Mean Square dimensi ekonomi  (6,53) pemasaran hasil panen, Root Mean Square ekologi (15,55) kesuburan lokasi budidaya, Root Mean Square Sosial budaya (8,80) konflik perebutan lahan budidaya, Root Mean Square teknologi (9,82) keinginan mengunakan teknologi pengeringan rumput laut dan pengolahan, dan kelembagaan (9,21) peran kelompok budidaya. Dari hasil Leverage Root Mean Square  tersebut, maka perlu kehadiran pemerintah daerah, swasta dan partisipasi masyarakat dalam mendukung keberlanjutan.
Alternatif Strategi Kebijakan Keberlanjutan Budi Daya Rumput Laut di Kabupaten Muna Provinsi Sulawesi Yusuf, La Ode Muhammad Iksan; Ismail, Ahyar; Nuva, Nuva
Jurnal Kebijakan Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Vol 15, No 1 (2025): JUNI 2025
Publisher : Balai Besar Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jksekp.v15i1.14300

Abstract

Produksi rumput laut di Sulawesi Tenggara, khususnya di Kabupaten Muna mengalami fluktuasi pada periode 2018–2022 meskipun memiliki potensi lahan budi daya yang luas dan garis pantai yang panjang. Kondisi ini mengindikasikan belum optimalnya strategi kebijakan yang mampu mendorong keberlanjutan.Tujuan dari penelitian ini merumuskan alternatif strategi kebijakan dalam mendorong usaha keberlanjutan budi daya rumput laut di Kabupaten Muna yang dilakukan pada pemangku kepentingan dari Dinas Perikanan dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Muna. Penelitian ini menggunakan Preference Ranking Organization Method for Enrichment Evaluation (PROMETHEE) merupakan bagian dari Multi Criteria Decision Analysis (MCDA), dimana menggunakan empat alternatif kebijakan keberlanjutan, yaitu alternatif I melanjutkan budi daya rumput laut dengan penguatan ekonomi lokal, alternatif II melanjutkan program budi daya rumput laut dengan mempertimbangkan aspek lingkungan, alternatif III melanjutkan kegiatan budi daya rumput laut dengan program penguatan ekonomi, sosial budaya dan lingkungan serta alternatif IV pengembangan sumber daya manusia. Hasil analisis berdasarkan Complete Ranking dan skor net flow pada keempat alternatif yang menggambarkan pada Phi+ berada di atas nol atau mendekati satu yaitu alternatif III dengan total skor 0,6364, skor tersebut merupakan kategori tertinggi dibandingkan alternatif I, II dan IV. Title: Alternative Policy Strategies Ffor Sustainable Seaweed Cultivation in Muna District, Southeast Sulawesi Province Seaweed production in Southeast Sulawesi, particularly in Muna Regency, fluctuated between 2018 and 2022, despite its extensive cultivation potential and long coastline. This situation indicates a suboptimal policy strategy to promote sustainability. The purpose of this study is to formulate alternative policy strategies in encouraging sustainable seaweed cultivation efforts in Muna Regency which are carried out by stakeholders from the Fisheries Service and the Environmental Service of Muna Regency. This study uses the Preference Ranking Organization Method for Enrichment Evaluation (PROMETHEE) which is part of the Multi Criteria Decision Analysis (MCDA), which uses four alternative sustainability policies, namely alternative I continuing seaweed cultivation by strengthening the local economy, alternative II continuing the seaweed cultivation program by considering environmental aspects, alternative III continuing seaweed cultivation activities with economic, socio-cultural and environmental strengthening programs and alternative IV developing human resources. The results of the analysis based on Complete Ranking and net flow scores on the four alternatives that describe Phi+ are above zero or close to one, namely alternative III with a total score of 0.6364, this score is the highest category compared to alternatives I, II and IV.
Revitalizing Village-Owned Enterprises (Bumdes) Through BUMDES Management Training for Sustainable Tourism Development: A Case Study of Rinding Allo Village, Rongkong District Erwin, Erwin; Rahim, Abd.; Iksan Yusuf, La Ode Muhammad; Dwipatn, I Made Jyotisa Adi; Devi Nugraha, Putu Ananda
Society : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 5 (2025): September
Publisher : Edumedia Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55824/jpm.v4i5.682

Abstract

This community service program aims to revitalize BUMDes through BUMDes management training for sustainable tourism development in Rinding Allo Village, Rongkong District. The community service method used is the ABCD method (Asset-Based Community Development). The ABCD method is used to identify the local potential of Rinding Allo village in an effort to improve the management of BUMDes for the development of sustainable tourism. This community service is carried out through four stages, namely: 1) the discovery stage, which identifies positive programs that have been carried out by Rinding Allo village so far and the problems faced related to the management of BUMDes and the development of sustainable tourism. At this stage, it was found that the management of BUMDes in Rinding Allo has not been running optimally due to internal and external problems. 2) the second stage is the dream stage. At this stage the community service team carries out steps and strategies taken in order to achieve the targets and objectives of the community service. At this stage, BUMDes management training will be conducted, providing program recommendations such as providing infrastructure and human resources that support BUMDes management and sustainable tourism development, creating clear regulations related to BUMDes and tourism in Rinding Allo village. 3) the third stage is design. This stage is carried out by designing BUMDes training modules, designing action plans, preparing implementation teams and building collaborative partners. 4) the destiny stage, namely the implementation and sustainability of the program. At this stage the community service team conducts BUMDes management training, mentoring and monitoring BUMDes, network development, promotion and financial management and program evaluation.
Faktor-Faktor Sosioekonomi yang Mempengaruhi Tingkat Pengangguran Terbuka di Provinsi Jawa Timur Firmansyah, Muh.; Arizal, M.; Yusuf, La Ode Muhammad Iksan
IKRAITH-EKONOMIKA Vol. 8 No. 3 (2025): IKRAITH-EKONOMIKA Vol 8 No 3 November 2025
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisis faktor-faktor sosioekonomi yang memengaruhi tingkat pengangguran terbuka di Provinsi Jawa Timur selama periode 2015–2024. Dengan menggunakan data panel dari 38 kabupaten/kota (380 observasi), analisis dilakukan menggunakan Fixed Effect Model (FEM) dengan cluster-robust standard errors untuk mengatasi heteroskedastisitas dan autokorelasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi, upah riil, dan tingkat partisipasi angkatan kerja berpengaruh negatif dan signifikan terhadap tingkat pengangguran, sedangkan kepadatan penduduk berpengaruh positif dan signifikan. Sementara itu, pendidikan tidak berpengaruh signifikan, yang mengindikasikan adanya mismatch antara pendidikan dan kebutuhan pasar kerja. Temuan ini menegaskan perlunya kebijakan yang mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif, peningkatan penyerapan tenaga kerja, dan penyelarasan hasil pendidikan dengan kebutuhan industri untuk mengurangi disparitas pengangguran di Jawa Timur.
Unveiling the Drivers of Human Development: The Role of Education and Health in Eastern Indonesia Nugraha, Putu Ananda Devi; Wahyuningsih, Andi Nur; Yusuf, La Ode Muhammad Iksan; Erwin, Erwin
Jurnal Indonesia Sosial Sains Vol. 6 No. 11 (2025): Jurnal Indonesia Sosial Sains
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jiss.v6i11.2088

Abstract

This study aims to analyze the partial and simultaneous effects of education and health on the Human Development Index. This study is a quantitative study using Panel data from 2014-2023 in Eastern Indonesia. Then, the data was analyzed using Multiple Ordinary Least Squares (OLS) analysis. The results of the study indicate that the education variable has a positive and significant partial effect on the human development index in Eastern Indonesia. Meanwhile, the health variable does not have a partial effect on the human development index in Eastern Indonesia. Simultaneously, education and health affect the human development index in Eastern Indonesia. The implication of the study is to confirm that improving the quality of education is a key factor in improving the human development index in Eastern Indonesia, while health requires improved service quality and equal access so that it can have a real impact on the development of the human development index in Eastern Indonesia.
Analisis Persepsi Dampak Limbah Tambak Udang Terhadap Pendapatan Nelayan Skala Kecil Di Kecamatan Mallusetasi, Kabupaten Barru Zulkarnaen, Adi; Yusuf, La Ode Muhammad Iksan; Nyompa, Achmad Husein
Torani Journal of Fisheries and Marine Science Vol. 9 No. 1 (2025): VOLUME 9, NOMOR 1, DECEMBER 2025
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35911/torani.v9i1.47126

Abstract

Small-scale fisheries play a strategic role in the blue economy and food security in coastal regions. In Mallusetasi District, fishers still rely on traditional and environmentally friendly fishing gear, yet they remain vulnerable to changes in coastal ecosystems, including shrimp farming activities. This study aims to analyze the perceptions of small-scale fishers regarding the impact of shrimp pond waste on their income. A total of 40 respondents were selected through purposive sampling, and data were analyzed using a Likert scale and Spearman correlation. The Likert scale analysis produced a total score of 552, indicating that fishers perceive a decline in catch volume and income due to waste discharge and expansion of shrimp farms. However, the Spearman correlation test revealed no statistically significant relationship between shrimp farming activities and the income of small-scale fishers. These findings indicate a discrepancy between environmental perceptions and actual economic conditions, suggesting that fishers are able to adapt and maintain their income through various coping strategies. Further investigation is required to better understand the socio-economic adaptation dynamics of small-scale fishers amid the pressures of coastal aquaculture activities.
Strategi Produksi Rumput Laut Berkelanjutan di Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara Yusuf, La Ode Muhammad Iksan; Yusuf, La Ode Apriyanto
Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika Vol. 8 No. 1 (2026): Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika
Publisher : Direktorat Kajian Strategis dan Reputasi Akademik IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agro-maritim.0801.1572-1576

Abstract

Produksi rumput laut di Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, memiliki potensi sangat besar, namun hasil produksinya masih fluktuatif dan belum optimal dibandingkan dengan potensi budidayanya. Tantangan utama yang dihadapi meliputi aspek ekonomi, sosial, lingkungan, teknologi, dan kelembagaan. Akses modal yang terbatas, ketergantungan pada tengkulak, serta fluktuasi harga menghambat pertumbuhan produksi budidaya rumput laut. Dari sisi lingkungan, gangguan dari sampah rumah tangga, penambangan pasir, dan serangan hama penyakit mengurangi kesuburan perairan lokasi budidaya. Aspek sosial budaya juga menjadi kendala dengan konflik lahan budidaya dan kelembagaan yang lemah. Keterbatasan teknologi pengolahan rumput laut juga menghambat penambahan nilai produk. Rekomendasi kebijakan yang didorong mencakup penguatan koperasi nelayan untuk akses modal pembudidaya, peningkatan adopsi teknologi pengolahan, serta pembenahan kelembagaan dan peraturan zonasi untuk mencegah konflik lahan. Kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat pelaku budidaya sangat dibutuhkan untuk menciptakan kondisi yang mendukung keberlanjutan budidaya rumput laut.
Ketika Pertumbuhan Ekonomi Tidak Cukup: Pembangunan Manusia dan Dinamika Kemiskinan di Indonesia Sumarwadji, Hafid; Darwin , Dirmansyah; Yusuf, La Ode Muhammad Iksan; Yamin, Muhammad; Imran, Ahmad Fadhil
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/j-ceki.v5i3.15951

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji kembali relevansi pertumbuhan ekonomi dalam menurunkan kemiskinan di Indonesia dengan menekankan peran pembangunan manusia. Penelitian menggunakan data penampang lintang tingkat provinsi tahun 2024 yang bersumber dari Badan Pusat Statistik dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Hasil estimasi menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat kemiskinan, yang mengindikasikan bahwa pertumbuhan yang terjadi belum bersifat inklusif dan belum mampu menjangkau kelompok masyarakat miskin secara efektif. Sebaliknya, IPM berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kemiskinan, menegaskan bahwa peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, dan standar hidup memiliki peran langsung dalam menurunkan kemiskinan antarprovinsi. Secara simultan, pertumbuhan ekonomi dan IPM berpengaruh signifikan terhadap kemiskinan dengan nilai koefisien determinasi sebesar 0,43, yang menunjukkan bahwa kedua variabel tersebut mampu menjelaskan 43 persen variasi tingkat kemiskinan di Indonesia. Temuan ini menegaskan bahwa penurunan kemiskinan lebih efektif dicapai melalui penguatan pembangunan manusia dibandingkan mengandalkan pertumbuhan ekonomi semata. Oleh karena itu, kebijakan pengentasan kemiskinan perlu diarahkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pengurangan ketimpangan regional guna mendorong pertumbuhan yang lebih inklusif dan berkelanjutan
Multidimensional Sustainability Assessment of Maize Farming in Tropical Regions Yusuf, La Ode Muhammad Iksan; Ma'ruf, Muhammad Imam; Sarinah, Sarinah; Abdur-Rabb, Ahmad Faqhruddin; Darwin, Dirmansyah; Nabila, Asma
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 9, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/ab.v9i1.2666

Abstract

This study addresses a critical gap in understanding the multidimensional sustainability of tropical maize farming by simultaneously evaluating economic, ecological, socio-cultural, institutional, technological, and infrastructural dimensions using a Multidimensional Scaling (MDS) approach. Focusing on West Muna Regency, Southeast Sulawesi, Indonesia, data were collected from 150 farmers and 30 farmer group leaders, complemented by secondary sources. The study aims to assess sustainability status, identify sensitive attributes influencing outcomes, and provide evidence-based guidance for interventions. Results show an overall sustainability index of 52.59%, indicating a “moderately sustainable” system, with economic (73.81%), socio-cultural (72.01%), and ecological (55.07%) dimensions performing better than institutional (42.24%), infrastructure (40.28%), and technological (32.15%) dimensions. Leverage analysis identifies 18 key attributes critical to sustainability, highlighting the need for targeted interventions to strengthen institutional frameworks, improve infrastructure, and accelerate technology adoption. Beyond policy generalization, the findings offer practical insights for stakeholders, including development agencies and farmer organizations, to design context-specific, inclusive, and operational strategies that enhance the long-term sustainability of maize farming in tropical regions.
Analysis Analisis Produktivitas dan Kelayakan Usaha Penangkapan Rajungan (Portunus pelagicus) dengan Menggunakan Bubu Lipat Di Perairan Gebang Mekar Cirebon: Analysis of Productivity and Feasibility of Crab (Portunus Pelagicus) Fishing Business Using Folding Trap in Gebang Mekar Waters, Cirebon Jhohan Jhohan; Mochammad Riyanto; Selvi Tebaiy; Muhammad Fajar Fajri Fardhilah; Lathifa Marsya Nathania Ferani; La Ode Muhammad Iksan Yusuf; Riki Saputra; Taufiq; Rosmina Sasarari
AQUACOASTMARINE: Journal of Aquatic and Fisheries Sciences Vol. 5 No. 1 (2026): AQUACOSTMARINE: Journal of Aquatic and Fisheries Sciences
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/jafs.v5i1.25005

Abstract

Perairan Gebang Mekar, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, merupakan salah satu wilayah potensial perikanan tangkap dengan produksi rajungan (Portunus pelagicus) sebesar 5.645–6.553 ton per tahun, di mana bubu lipat berperan sebagai alat tangkap utama yang ramah lingkungan dan efisien operasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis produktivitas dan kelayakan finansial usaha penangkapan rajungan menggunakan bubu lipat melalui pendekatan experimental fishing selama 30 trip dengan 1.000 unit bubu. Hasil penelitian menunjukkan produktivitas rata-rata 8,67 kg/trip atau 104,04 kg/tahun, total investasi Rp231.122.900, pendapatan bersih Rp161.695.536/tahun, benefit cost ratio (BCR) 1,92, financial rate of return (FRR) 69,9%, dan payback period of capital (PPC) 1,43 tahun. Usaha dinyatakan layak secara finansial karena BCR > 1, FRR jauh melebihi suku bunga bank (19%), serta periode pengembalian modal relatif singkat dengan rekomendasi pengoptimalan manajemen investasi dan kepatuhan terhadap regulasi ukuran tangkap demi keberlanjutan sumber daya