Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika psikologis pasangan romansa dalam novel True Stalker karya Sirhayani dengan menggunakan pendekatan psikologi humanistik Carl Rogers. Fokus kajian diarahkan pada tiga konsep utama, yaitu konsep diri (self-concept), dorongan aktualisasi diri (actualizing tendency), dan kebutuhan akan penerimaan tanpa syarat (unconditional positive regard). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik analisis isi (content analysis). Data penelitian berupa kutipan naratif dan dialog yang merepresentasikan kondisi psikologis tokoh Adiba dan Agam. Hasil analisis menunjukkan bahwa Adiba memiliki konsep diri yang cenderung rapuh dan dipengaruhi oleh kebutuhan akan penerimaan, sedangkan Agam menunjukkan sikap posesif yang berakar pada ketakutan akan penolakan. Relasi keduanya mencerminkan kondisi incongruence, yaitu ketidaksesuaian antara pengalaman emosional dan konsep diri. Namun, seiring perkembangan cerita, kedua tokoh mulai menunjukkan kesadaran diri yang lebih sehat melalui perubahan sikap, keterbukaan emosi, dan meningkatnya penerimaan terhadap diri sendiri maupun pasangan. Temuan ini menegaskan bahwa proses aktualisasi diri dalam hubungan romansa remaja hanya dapat berkembang secara positif apabila didukung oleh empati dan penerimaan tanpa syarat. Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya kajian psikologi sastra, khususnya dalam penerapan pendekatan humanistik pada novel remaja populer Indonesia.
Copyrights © 2026