Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya bahasa sebagai instrumen kontrol sosial sekaligus sarana pembentukan karakter religius dalam penegakan disiplin di lingkungan madrasah. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk, fungsi, dan strategi kesantunan tindak tutur direktif yang digunakan guru piket di MTsN 6 Kota Padang. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan pragmatik. Data berupa 36 tuturan lisan dikumpulkan melalui observasi partisipatif, perekaman spontan, dan wawancara mendalam. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, meliputi reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan enam bentuk tindak tutur direktif, dengan dominasi perintah dan permintaan yang digunakan secara kontekstual. Fungsi tuturan berfokus pada pengarahan dan peneguran untuk menumbuhkan kepatuhan siswa. Dalam aspek kesantunan, guru cenderung menggunakan strategi kesantunan negatif melalui leksikon “tolong” dan sapaan “Nak” guna menjaga citra diri siswa. Temuan ini menegaskan bahwa disiplin dapat dibangun melalui keseimbangan antara ketegasan dan komunikasi persuasif.
Copyrights © 2026