Pendidikan adalah proses yang dilaksanakan dengan terencana dan terorganisir untuk meningkatkan pemahaman, sikap, serta keterampilan siswa agar mampu menghadapi tuntutan kehidupan. Realitas empiris di lingkungan pendidikan menunjukkan bahwa capaian hasil belajar sebagian siswa pada jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) masih belum mencapai tingkat optimal. Kondisi tersebut tidak hanya dipengaruhi oleh keterbatasan variasi model pembelajaran yang diterapkan, tetapi juga berkaitan dengan rendahnya kemampuan siswa dalam meregulasi emosi. Di samping itu, aspek motivasi intrinsik serta kecakapan dalam menjalin interaksi sosial turut memengaruhi efektivitas proses belajar yang dijalani. Penelitian ini diarahkan untuk mengkaji secara mendalam keterkaitan antara penerapan model pembelajaran dan kecerdasan emosional terhadap capaian hasil belajar siswa SMP dengan menggunakan metode studi literatur (literature review). Temuan dari penelusuran berbagai sumber ilmiah mengindikasikan bahwa implementasi model pembelajaran yang adaptif dan kontekstual mampu menstimulasi partisipasi aktif, interaksi kolaboratif, serta pemahaman konsep siswa. Di sisi lain, kecerdasan emosional memiliki kontribusi krusial dalam membantu siswa mengelola afeksi, mempertahankan motivasi intrinsik, menumbuhkan empati, serta membina relasi sosial yang konstruktif. Sinergi antara strategi pembelajaran yang tepat dan pengembangan kompetensi emosional ini menciptakan pengalaman belajar yang lebih komprehensif dan efektif, yang tidak hanya mengoptimalkan pencapaian akademik, tetapi juga menguatkan keterampilan sosial, pengaturan diri, dan karakter positif siswa. Keywords: model pembelajaran, kecerdasan emosional, hasil belajar, sekolah menengah pertama, studi literatur
Copyrights © 2026